Tribun Bisnis

Senin Pagi Nilai Tukar Rupiah Terkapar Terhadap Dolar AS, Turun ke Level Rp14.913

Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra sebelumnya telah membeberkan, pelemahan nilai tukar mata uang Garuda akan terdampak isu kenaikkan

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Senin Pagi Nilai Tukar Rupiah Terkapar Terhadap Dolar AS, Turun ke Level Rp14.913
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/8/2022). IHSG ditutup menguat pada level 7.159,47 dimana nilai tersebut naik 27,43 poin atau 0,38 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, yakni 7.132,04 poin. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada Senin pagi (5/9/2022). Mengutip data Bloomberg Spot Rate sekitar pukul 09.10 WIB, rupiah berada di level Rp14.913.

Sebelumnya pada Jumat (2/9/2022) sore, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp14.895.

Analis PT Sinarmas Futures, Ariston Tjendra sebelumnya telah membeberkan, pelemahan nilai tukar mata uang Garuda akan terdampak isu kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, Pemerintah telah menaikkan harga BBM per Sabtu (3/9/2022) siang.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Tekan Harga Saham, Analis Pesimists IHSG Hari Ini di Zona Hijau

Dengan rincian yaitu Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter, Solar senilai Rp6.800 per liter, dan Pertamax dihargai Rp14.500 per liter.

Hal ini berpotensi berdampak kepada inflasi dan perlambatan ekonomi nasional.

Sehingga, apabila nilai tukar dolar AS tak terkendali, dampaknya juga akan dirasakan di perdagangan pasar saham hingga transaksi komoditas.

"Barusan diumumkan kenaikan BBM subsidi oleh Presiden. Ini bisa menjadi pemberat rupiah pekan depan," ucap Ariston kepada Tribunnews, (3/9/2022).

"Ekspektasi kenaikan inflasi yang bisa menekan pertumbuhan dalam negri karena kenaikan BBM subsidi ini bakal memberi tekanan ke rupiah," sambungnya.

Selain faktor internal dalam negeri, terdapat juga faktor atau sentimen terkait rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Menurut Ariston, sentimen the Fed juga masih besar di pasar keuangan yang membuat dollar AS menguat terhadap nilai tukar lainnya.

Baca juga: IHSG Sesi I Naik 0,05 % ke 7.182, Sektor Energi Jadi Yang Terbesar Kenaikannya

Dengan adanya sederet sentimen yang terjadi dalam beberapa waktu ke belakang, nilai tukar Rupiah untuk Senin (5/9/2022) bakal berada di rentang Rp14.950 atau Rp14.980.

"Potensi Senin mungkin melemah ke arah Rp14.950-Rp14.980, dengan support di kisaran 14900," pungkas Ariston.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas