Tribun Bisnis

Perluas Bisnis Makanan Beku, Anson Company Gandeng Alpine Cool Utama

Anson Company menandatangani kerja sama dengan PT Alpine Cool Utama (Alpine) untuk mendorong transformasi bisnis rantai pendingin

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Perluas Bisnis Makanan Beku, Anson Company Gandeng Alpine Cool Utama
HO
Konferensi pers kerjasama bisnis perusahaan food processing PT Anson Esindo Lestari (Anson Company) dengan PT Alpine Cool Utama (Alpine) untuk bisnis rantai dingin di pameran Refrigeration & HVAC Indonesia Expo 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 23 September 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan food processing dan eksportir makanan beku PT Anson Esindo Lestari (Anson Company) menandatangani kerja sama dengan PT Alpine Cool Utama (Alpine) untuk mendorong transformasi bisnis rantai pendingin di Indonesia melalui inovasi dan diversifikasi produk.

Kerjasama kedua perusahaan diteken di sela penyelenggaraan pameran Refrigeration & HVAC Indonesia Expo 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 23 September 2022.

Kerjasama antara Anson dan Alpine Cool Utama juga akan memperluas akses terhadap sistem danproduk pendingin yang lebih berkualitas dan higienis ke lebih banyak masyarakat Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Jepang Berencana Tingkatkan Kuota Pemagang untuk Industri Makanan Beku

CEO Anson Company Dennis Rendiwinata mengatakan, kerja sama ini bersifat strategis dan akan berlangsung hingga akhir 2024. Anson melakukan pembelian 10.000 cold storage untuk memperliuas bisnis food processing yang dikelolanya selama ini.

Rinciannya, Rp 60 miliar dalam bentuk purchase order (PO) dan Rp 40 miliar letter of intent (LoI). Ke-10.000 cold storage pallet ditempatkan di berbagai lokasi dan digunakan juga untuk mendukung revitalisasi pabrik pengolahan perikanan di Sungailiat, Bangka Belitung.

Selain itu juga untuk mendukung ekspansi proyek tube ice di Jakarta sebesar 60 ton yang akan dikembangkan ke daerah lainnya seperti ke Bangka Belitung, Palembang, Balikpapan, Bali, dan Lampung; dan serta meningkatkan kapasitas pabrik block ice di lokasi yang sama dari saat ini sebesar 214 ton per hari menjadi 500 ton per hari sampai dengan tahun 2024.

Baca juga: Emiten Produsen Makanan Beku Ini Bagikan Dividen Rp 6,05 Miliar

Menurut Dennis, kerjasama ini akan memperkat posisi Anson sebagai salah satu pemain rantai pendingin terintegrasi yang paling cepat berkembang di Indonesia.

Alpine sendiri dikenal sebagai perusahaan penyedia sistem pendingin terbesar di Indonesia sekaligus salah satu mitra paling penting Anson sejak 1973.

"Kami optimistis kerja sama ini akan memperluas pangsa pasar dan bisnis rantai pendingin Anson Company, dan menjadikan kami sebagai solusi bagi customer (B2C) maupun pemain industri dalam pasar pendingin di Indonesia (B2B)” kata Dennis Rendiwinata.

Salah satu bisnis Anson saat ini adalah ekspor hasil laut dan merupakan salah satu pionir di bidang ini. Perusahaan ini juga mengelola bisnis rantai pendingin lainnya dan memiliki pabrik es balok dan penyewaan cold storage di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.

CEO PT Alpine Cool Utama Stephen Sen mengatakan, kerjasama dengan Anson akan membantu perusahaannya dalam mengembangkan produk yang lebih baik dan memberikan nilai tambah.

Target bisnis para pelaku industri rantai dingin tahun ini bisa mencapai 35 persen secara year on year (YoY) atau 109.000 ton (2021) menjadi 150.000 ton (2022). Sebelumnya, realisasi pertumbuhan industri rantai pasok dingin di 2020-2021 mencapai 9 persen sebanyak 98.000-109.000 ton dan target awalnya 120.000 ton.

Sepanjang kuartal I/2022, kontrak instalasi rantai dingin sudah menyentuh 40.000 ton, dan ini menjadi dasar keyakinan Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) akan peningkatan target pertumbuhan 35 persen di tahun ini.

Bisnis logistik rantai dingin di 2022 tumbuh pesat karena ditiopang oleh ingginya tren pengiriman makanan olahan beku serta kebutuhan penyimpanan untuk distribusi vaksin COVID-19 dosis ketiga (booster). Permintaan instalasi rantai dingin di luar Pulau Jawa juga mulai meningkat.

"Kita harapkan kerjasama dengan Alpine Cool Utama ini bisa penuhi kebutuhan cold chain kami yang persyaratan di industri ini sangat ketat dan Alpine kita kenal sebagai salah satu pemimpin di industri cold chain. Kami yakin kerjasama ini bisa membantu mengembangkan bisnis kami di bidang cold chain," imbuh Bobby Suryasana, Consultant Anson Company dari ACG by Ansol.

Bobby mengatakan, sejak pandemi karena banyak aktivitas yang dibatasi para pebisnis online banyak yang jual fresh product dan mereka membutuhkan tempat penyimpanan dingin untuk didistribusikan ke customer.

"Ke depan tren ini akan meningkat karena kebutuhan makanan akan terus tumbuh. Di supeemarket sekata banyak sekali makanan siap saji yang tinggal dipanaskan microwave dan ke depan kita yakin akan terus tumbuh," ungkapnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas