Tribun Bisnis

Go International, Produk Kerajinan Kayu Lokal Kini Diminati Pebisnis Jepang

selain menargetkan pasar internasional, pihaknya juga telah melakukan penetrasi ke pasar lokal bahkan tersebar pada lebih dari 300 outlet di Indonesia

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Go International, Produk Kerajinan Kayu Lokal Kini Diminati Pebisnis Jepang
HO
Stan HomLiv dalam pameran IFEX, JIEXPO Kemayoran, Jakarta (ist) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) yang mulai mereda turut dijadikan momentum bagi para pelaku usaha kriya tanah air untuk kembali menggeliatkan bisnisnya.

Hal ini ditandai dengan banyak diadakannya pameran yang menampilkan produk kerajinan berbahan dasar kayu maupun rotan.

Salah satu brand Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang turut memanfaatkan momentum ini adalah HomLiv.

Dalam beberapa tahun terakhir, brand ini dikenal memiliki produk kerajinan berbahan kayu yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, khususnya peralatan makan.

Setelah memperoleh respons yang antusias dari pengunjung mancanegara di pameran internasional IFEX pada Agustus lalu di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, kini HomLiv melebarkan pangsa pasarnya dengan mengikuti pameran kelas dunia di Osaka, Jepang.

Brand ini baru saja mengikuti pameran 'Osaka International Lifestyle Show' (ILS) di gedung Intex Osaka pada 14 hingga 16 September lalu.

Baca juga: Bertemu PM Jepang, Maruf Amin Nyatakan Indonesia Siap Jadi Mitra Utama Pengembangan Bisnis Halal

Founder HomLiv, Yudiana mengaku senang bisa turut berpartisipasi dalam pameran berskala internasional tersebut.

"Kami bersyukur dan berterima kasih sekali kepada Kemendag (Kementerian Perdagangan) melalui Program ASE 2.0  (Aku Siap Ekspor) yang telah memilih HomLiv untuk hadir di pameran lifestyle di Osaka," kata Yudiana, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa saat ini brandnya tidak hanya berfokus pada pasar lokal saja, namun juga pasar internasional.

"Kita sedang melakukan proses pembenahan lebih lanjut untuk memaksimalkan kegiatan produksi. Jadi nanti baik permintaan lokal maupun internasional, kita dapat penuhi segera," jelas Yudiana.

Perlu diketahui, selain menargetkan pasar internasional, pihaknya juga telah melakukan penetrasi ke pasar lokal bahkan tersebar pada lebih dari 300 outlet di seluruh Indonesia.

Dalam pameran Osaka ILS ini, kata Yudiana, penetrasi lebih difokuskan pada market Jepang.

Target ini tentu saja berbeda dari pameran IFEX sebelumnya yang berhasil menarik perhatian pengunjung dari Malaysia, Australia, India, Uruguay hingga Maroko.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas