Tribun Bisnis

IHSG Diprediksi Kembali Alami Tekanan, Perhatikan Sejumlah Saham Ini

IHSG masih berpotensi melemah dengan support terdekat pada MA60 di 7.038 sampai dengan titik previous low 7.015.

Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in IHSG Diprediksi Kembali Alami Tekanan, Perhatikan Sejumlah Saham Ini
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. IHSG hari ini masih akan tertekan, investor bisa memanfaatkan potensi technical rebound di saham-saham yang berada kisaran level support. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/9/2022) berpotensi kembali melemah.

Kemarin, IHSG ditutup melemah 0,21 persen ke posisi 7.112,45, diiringi jual bersih atau net sell hingga Rp 994 miliar oleh investor asing.

Analis Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita Dewi menjelaskan, IHSG masih berpotensi melemah dengan support terdekat pada MA60 di 7.038 sampai dengan titik previous low 7.015.

Area ini diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, sebelum melemah lebih dalam menuju trendline jangka panjang di sekitar 6.790-6.735.

Baca juga: Empat Indeks Sektoral Seret IHSG Turun 0,21 Persen ke 7.112, Ini Saham-saham yang Tetap Moncer

“Demi melanjutkan tren naik, IHSG harus mampu menembus resistance MA20 dan MA5 di range 7.165-7.210, dan melanjutkan perjalanan ke utara menuju titik tertinggi sebelumnya 7.355-7.377,” kata Mayang yang dikutip dari Kontan.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG hari ini masih akan tertekan. Tapi, investor bisa memanfaatkan potensi technical rebound di saham-saham yang berada kisaran level support.

“Hal tersebut didasari oleh peningkatan kekhawatiran resesi global yang berpotensi mempengaruhi permintaan komoditas energi yang selama ini menjadi penopang utama kinerja ekspor Indonesia,” ungkap Valdy.

Saham-saham seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT PP Tbk (PTPP), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dapat diperhatikan untuk perdagangan besok.

Pelaku pasar juga dapat mencermati peluang buy on support pada PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan turut memprediksikan IHSG bakal bergerak melemah.

Secara teknikal, candlestick membentuk lower high dan lower low menguji support MA 50, stochastic bergerak di sekitar area oversold mengindikasikan rentang pelemahan mulai terbatas.

Baca juga: Awal Pekan, IHSG Diprediksi Menguat, Analis: Sudah Ada Kepastian Terkait Suku Bunga Acuan

“Pergerakan akan dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp 15,100 per dolar Amerika Serikat (AS). Investor akan mencermati rilis data kepercayaan konsumen AS serta pidato dari Gubernur The Fed,” kata Dennies.

Dennies merekomendasikan hold RALS, WIIM, TKIM. Kemudian sell SIDO, speculative buy pada META dan EXCL. Saham-saham lain-lain yang dapat dicermati ada BMRI dan TOWR.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas