Tribun Bisnis

Migrasi Nasabah ke Digital, Sektor Perbankan Tingkatkan Layanan Artificial Intelligence

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perbankan melakukan adaptasi dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Migrasi Nasabah ke Digital, Sektor Perbankan Tingkatkan Layanan Artificial Intelligence
Tehran Times
Ilustrasi: Head Enterprise Data Management Bank BRI Maulana Yusuf mengatakan, BRI sudah mulai memasuki tahap digitalisasi sejak 2017. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perilaku nasabah mulai berubah dari konvensional menjadi lebih digital di masa pandemi Covid-19.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perbankan melakukan adaptasi dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

Head Enterprise Data Management Bank BRI Maulana Yusuf mengatakan, BRI sudah mulai memasuki tahap digitalisasi sejak 2017.

Salah satunya dengan menciptakan aplikasi yang bisa mengotomisasi bisnis proses di unit kerja atau mendigitizing yang manual menjadi otomatis.

Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen, Perbankan Disebut Butuh Waktu Untuk Menyesuaikan

Selain itu, BRI juga menyiapkan 37 ribu duta besar digital atau digital ambassador untuk mengedukasi nasabah.

“Tugas para digital ambassador itu mengajak nasabah yang tadinya antidigital untuk mau menggunakan aplikasi, mereka juga diedukasi dalam menggunakan aplikasi dan melakukan transaksi serta yang tidak kalah penting adalah edukasi dalam mengamankan data,” kata Maulana saat menjadi pembicara dalam event Winning in Digital Disruption Era dikutip Kamis (29/8/2022).

“Karena kalau tidak diberi edukasi terakit data akan muncul bencana. Itu adalah tugas dari digital ambassador,” sambungnya.

Maulana menambahkan, sejak 2020 BRI juga sudah mulai memanfaatkan artificial intelligence dengan membuat BRIBrain.

Ada empat hal yang dikembangkan oleh BRIBrain. Pertama yaitu credit underwriting process.

Dengan menggunakan BRIBrain, proses pengajuan kredit yang tadinya perlu waktu dua minggu sekarang bisa diproses hanya dalam hitungan menit.

“Kami menggunakan scoring yang pakai data eksternal dan juga perliaku nasabah serta demografi. Produk yang sudah ada saat ini adalah Ceria dan Pinang.

Baca juga: Bank Dunia Revisi Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh

BRIBrain juga terkait dengan customer engagement yang bisa digunakan untuk menganalisis merchant EDC yang potensial untuk dijadikan BRILink,” jelas Maulana.

SVP Digital Banking Delivery Bank Mandiri, Victor Erico Korompis mengatakan, untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para nasabahnya, Bank Mandiri telah membuat satu produk yang diberi nama Livin.

Livin dari Bank Mandiri ini merupakan 100 persen karya anak bangsa sebagaimana yang diungkapkan oleh Victor, yang memiliki empat tahapan, dan berfokus menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para nasabah Bank Mandiri.

“Bank Mandiri berinovasi dari dalam diri. Kita mulai dengan membangun Livin. Livin adalah produk Mandiri yang 100 persen karya anak bangsa, karya anak Mandiri.

Baca juga: Bank Dunia Revisi Pertumbuhan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh

Jadi kalau kita lihat di sini, dalam journey nya, balik lagi, fokus kita ke siapa sih, ke customer-nya ya, gimana kita bisa fokus ke customer. Jadi sekarang kita itu ada dalam 4 tahapan Livin,” kata Victor.

Lebih lanjut Victor mengungkapkan, produk Livin yang dibuat oleh Bank Mandiri ini setiap bulannya mendapatkan lebih dari satu juta nasabah yang bergabung, sejak launcing pada 2 Oktober 2021.

“Ketika kita launcing pada 2 Oktober 2021, ternyata solusi ini sangat disukai customer, dan setiap bulan itu ada lebih dari 1 juta nasabah,” ungkap Victor.

CTO Sibernetik Integra Data, Arif Hasani mengemukakan dua solusi dalam menjawab tantangan teknologi sebagai responnya terhadap produk Livin dari Bank Mandiri.

Arif Hasani mengatakan, ada banyak data pengguna teknologi dalam aktivitas perbankan yang memerlukan wadah besar, yang sanggup menampung data-data tersebut.

Sibernetik Integra Data sendiri diketahui saat ini sedang menjalin kerjasama dengan Qlik, Confluent, dan Imply dalam menyediakan tempat bagi data-data para pengguna teknologi yang dinamakan Aerospike.

“Sibernetik Integra Data memiliki solusi untuk menjawab tantangan ini. Pertama, kita punya central point.

Tentunya menggunakan messaging sebagai salah satu solusi, dan solusi for front solution yang bekerjasama dengan Qlik dan Confluent,” ucap Arif.

Ia menjelaskan Sibernetik memiliki kemampuan skalabilitas yang sangat tinggi sehingga bisa menjawab jutaan per second mulai dari ribuan per second dan bisa langsung masuk ke dalam ranah real time,” kata Arif.

“Kedua, setelah memiliki data besar dan real time, kita punya challenge, itu taruh di mana, gimana memanfaatkannya.

Di sinilah Sibernetik Integra Data juga bekerjasama dengan Imply untuk menganalisa data, dan juga dengan Aerospike untuk bisa menampung data-datanya,” tuturnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas