Tribun Bisnis

Menteri Investasi Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana Alokasi Khusus untuk Dinas Penanaman Modal

Dikatakan Bahlil, permintaan tambahan DAK itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah mencapai sebesar 5,3 persen. 

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Menteri Investasi Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana Alokasi Khusus untuk Dinas Penanaman Modal
Tribunnews.com/Nitis Hawaroh
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 Hilirisasi dan Kemitraan untuk Investasi Berkeadilan yang disiarkan virtual, Rabu (30/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambah dana alokasi khusus (DAK) bagi DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

Hal itu dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2022 Hilirisasi dan Kemitraan untuk Investasi Berkeadilan, yang disiarkan secara virtual, Rabu (30/11/2022).

"Mohon kiranya agar permohonan DAK tadi, mohon kiranya agar mereka (DPMPTSP) bisa pulang ke daerah dengan senyum. Karena mereka akan pulang dengan senyuman kalau ada oleh-oleh," ujar Bahlil.

Baca juga: Menteri Bahlil Lahadalia Ungkap Pertumbuan Ekonomi Indonesia Ditopang Lewat Investasi

Dikatakan Bahlil, permintaan tambahan DAK itu seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah mencapai sebesar 5,3 persen. 

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal III 2022 sektor konsumsi rumah tangga tumbuh 5,39 persen. Sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atas investasi memberikan kontribusi 28,55 persen ke pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022.

"Ini sejalan dengan arahan ibu Menkeu, katanya pertumbuhan ekonomi kalau diatas 5,3 persen pertumbuhan investasi harus 6 persen," ucap Bahlil.

"Sekarang baru 5 persen. Bu, 6 persen akan tercapai kalau DAK ditambah lagi, pasti mereka kerja akan tambah semangat," sambungnya.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan DPMPTSP merupakan garda terdepan untuk mengurus investor. Tercatat, hingga September 2022, realisasi investasi mencapai Rp 894 triliun atau 74,4 persen dari target Rp 1.200 triliun.

Baca juga: Kementerian Investasi Tetap Lanjutkan Strategi Hilirisasi Meski Ada Intervensi WTO

"DPMPTSP ini kan garda terdepan untuk mengurus investor, tapi dinas mereka ini dijadikan dinas nomor tiga di kabupaten kota dan provinsi," tuturnya.

"Maka garda terdepan ini adalah DPMPTSP, tapi perlakuan mereka sebagai dinas nomor tiga dan beban kerja itu tidak seimbang," sambungnya.

Terakhir, Bahlil berujar terima kasih sejak dua tahun lalu DPMPTSP telah mendapatkan dana alokasi khusus yang diberikan oleh pemerintah.

"Dan mereka (DPMPTSP) sampaikan kepada saya untuk menyampaikan terima kasih kepada bapak Presiden dan ibu Menkeu karena baru kali ini DPMPTSP dapat DAK," kata Bahlil.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas