Tribun Bisnis

Resesi Ekonomi

Hadapi Tantangan Resesi, Sandiaga Uno: Desa Wisata Jadi Solusi Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Desa wisata yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi dari sektor pariwisata sekaligus membuka tabir baru dalam pengembangan pariwisata berkualitas.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Hadapi Tantangan Resesi, Sandiaga Uno: Desa Wisata Jadi Solusi Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Tribunnews.com/Bambang Ismoyo
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. desa wisata yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi dari sektor pariwisata sekaligus membuka tabir baru dalam pengembangan pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif, bahkan dalam menghadapi tantangan resesi global. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pelayanan prima di destinasi pariwisata menjadi spirit bersama.

Menurut Sandiaga, khususnya desa wisata yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi dari sektor pariwisata sekaligus membuka tabir baru dalam pengembangan pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif, bahkan dalam menghadapi tantangan resesi global.

“Saya yakin dengan desa wisata kita mampu memberikan solusi untuk kebangkitan ekonomi kita,” tutur Sandiaga, dikutip Kamis (1/12/2022).

Baca juga: Tahun 2023 Diprediksi Terjadi Resesi, Begini Antisipasi Industri Telko

Pascapandemi Covid-19, terjadi pergeseran tren wisata yang mengarah pada wisata berbasis experience dan alternative tourism.

“Untuk itulah, desa wisata memiliki potensi yang sangat baik dalam menjawab kebutuhan tersebut, karena menawarkan alternatif destinasi wisata alam dan budaya, melalui pengalaman yang berkesan bagi wisatawan,” urai Sandiaga.

Desa Wisata juga dapat menghadirkan keunikan dan ciri khas produk lokal, atraksi budaya daerah, serta pelayanan yang berkualitas.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Martini Mohamad Paham mengatakan, dalam pengembangan desa wisata diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang akan menggerakkan potensi yang dimilikinya,

“Yang tak kalah penting adalah penyiapan SDM yang memiliki standar kualitas pelayanan dan kapasitas bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” tegasnya.

Mewakili Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata, Koordinator Substansi Pemberdayaan Masyarakat Regional 1, Desty Murniati mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desa wisata.

“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya penerapan Sapta Pesona, Pelayanan Prima, dan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), dan Manajemen Konflik,” ucap Desty saat menghadiri sosialisasi di Desa Wisata Kahianga, Tomia.

Program Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang berjalan sejak awal tahun 2022 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), kini telah memasuki tahap 2 dan akan berlanjut hingga tahun 2023.

Baca juga: Desa Wisata, Kopi dan Diaspora Toraja Tandai Launching TribunToraja.com, Portal Ke-68 Tribun Network

Sebagai pembuka tahap kedua Kampanye Sadar Wisata 5.0, ditandai dengan kegiatan Sosialisasi di Destinasi Prioritas Pariwisata, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang meliputi 4 Desa Wisata yaitu, Desa Sombano (Pulau Kaledupa), Desa Kahianga dan Kollo Soha (Pulau Tomia Timur), dan Desa Palahidu Barat (Pulau Binongko).

Sosialisasi Sadar Wisata menjadi bagian upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata, mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan mampu mengembangkan desa wisata ke jenjang yang lebih tinggi.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas