Tribun Bisnis

Pergerakan Menuju Energi Hijau dari Bahan Bakar Fosil Disebut Jadi Tanggung Jawab Bersama

Pemerintah terus menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan di berbagai sektor sebagai upaya mencapai nol emisi karbon.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pergerakan Menuju Energi Hijau dari Bahan Bakar Fosil Disebut Jadi Tanggung Jawab Bersama
dok.
Direktur Utama Surveyor Indonesia, M Haris Witjaksono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan di berbagai sektor sebagai upaya mencapai nol emisi karbon.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M Haris Witjaksono mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran pemanfaatan energi dari bahan bakar fosil ke energi bersih.

Menurutnya, pergerakan menuju energi hijau ini perlu didukung oleh kesiapan nasional dan perkembangannya menjadi tanggung jawab bersama.

Baca juga: Dorong Penggunaan Energi Hijau, Erick Thohir Ungkap Potensi Energi Baru Terbarukan di Indonesia

“Eropa sudah berhenti menggunakan batubara, di China sudah tidak ada lagi motor berbahan bakar fosil," kata Haris dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022)

Ia menyebut, Indonesia sendiri satu per satu sudah mulai masuk beberapa adaptasi energi hijau, di mana sudah punya pembangkit listrik tenaga angin, produk nikel bisa kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku baterai.

"Kita juga ada program B30 yang tahun depan menjadi B40, artinya peningkatan presentasi CPO (crude palm oil) sebagai campuran solar murni, untuk pelan-pelan menggeser kebutuhan kita akan energi fosil yang pasti akan habis,” ujar Haris.

Di sisi lain, jelang satu tahun Holding BUMN Jasa Survei pada 16 Desember 2022, IDSurvey rayakan hari jadi melalui serangkaian acara yang disemarakkan oleh entitas anggota IDSurvey, yaitu BKI, Sucofindo, dan Surveyor Indonesia.

Bertajuk Collaborate to Innovate HUT IDSurvey ke-1 mengangkat semangat membangun bangsa melalui transformasi korporasi dan integrasi bisnis dalam holding.

Rangkaian acara HUT IDSurvey ke-1 dibuka dengan kegiatan IDSurvey Mengajar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang akan diisi langsung oleh Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, M. Haris Witjaksono, dan turut dihadiri Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Kuat Puji Prayotno, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Dr. Waluyo Handoko, serta jajaran Dekan dan Civitas Akademika Universitas Jenderal Soedirman.

Baca juga: BBM Satu Harga Pertamina Kini Layani Kebutuhan Energi Masyarakat di 402 Wilayah di Indonesia

Rektor Univeristas Jenderal Soedirman yang diwakilkan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama, Dr. Waluyo Handoko, menyambut baik kegiatan IDSurvey mengajar ini, dalam sambutannya, Dr. Waluyo mengutip apresiasi dari universitas dan berharap dapat terus menjalin kerjasama demi mendukung pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Kami mengapresiasi kehadiran IDSurvey. Melalui kerjasama seperti ini, pendidikan tinggi dapat membangun ekosistem yang terintegrasi dan sinergis. Unsoed berkeyakinan bahwa kerja sama yang saling menguntungkan antara perguruan tinggi dengan IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Kerja), akan memberi penguatan bagi kedua belah pihak untuk tumbuh sekaligus berkembang," paparnya.

Dalam kesempatan ini, Haris pun memperkenalkan industri Testing, Inspection, and Certification (TIC), serta bagaimana IDSurvey berperan dalam perkembangan industri nasional melalui kegiatan-kegiatan TIC.

“Kita hadir di sektor-sektor migas dan pertambangan, komoditas, serta industri dan melakukan kegiatan pengujian di laboratorium, atau di site melakukan pemastian independen pada komoditas-komoditas, baik secara kualitas maupun kuantitas," katanya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas