Tribun Bisnis

Kebut Pembangunan Ekosistem Industri Semikonduktor, Kemenperin Siapkan Pusat Desain di Bandung

Ipaya membangun kembali industri semikonduktor di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence ini menjadi peluang yang sangat besar.

Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Kebut Pembangunan Ekosistem Industri Semikonduktor, Kemenperin Siapkan Pusat Desain di Bandung
IST
Ilustrasi chip semikonduktor. Kemenperin saat ini sedang menyiapkan pusat desain semikonduktor di Bandung, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia serius untuk membangun ekosistem industri chip semikonduktor di Tanah Air sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sejumlah sektor industri manufaktur.

Sebagai informasi, Indonesia pernah memiliki pabrik semikonduktor pada tahun 1986 silam. Bahkan, mampu ekspor dalam bentuk chip semikonduktor yang nilainya mencapai Rp 135 juta pada masa itu.

Oleh karenanya, upaya membangun kembali industri semikonduktor di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence ini menjadi peluang yang sangat besar.

Baca juga: TSMC Lipat Gandakan Investasi Chip Semikonduktor Senilai 40 Miliar Dolar AS di Pabrik Baru Arizona

"Sebab, butuh peta jalan 10-20 tahun ke depan tentang industri semikonduktor yang bisa mengisi kebutuhan dalam negeri. Pembangunan ekosistem industri semikonduktor ini sejalan dengan target Making Indonesia 4.0. Oleh karena itu, kami kerahkan kemampuan bangsa dari ahli elektronik hingga mikroelektronik," tutur Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier, Kamis (8/12/2022).

Kemenperin saat ini sedang menyiapkan pusat desain semikonduktor di Bandung, Jawa Barat.

"Seluruh universitas dan akademisi akan masuk dalam skema ekosistem tersebut," imbuh Taufiek.

Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito, menyampaikan industri semikonduktor menghasilkan komponen vital dari teknologi di tengah megatrend seperti remote working, Artificial Intelligence (AI) dan Electric Vehicle (EV).

"Semikonduktor diproduksi sebagai komponen peralatan listrik/elektronik seperti dioda, integrated circuit (IC) dan transistor," jelas Warsito.

Adapun silikon menjadi material building block bagi industri semikonduktor. Silikon dapat dihasilkan dari pengolahan bahan baku silika (SiO2), antara lain pasir silika, kuarsit dan batu kuarsa dengan beragam proses.

"Tetapi saat ini belum ada industri pengolahan silika hingga wafer silikon (1-5) di Indonesia," ungkap Warsito.

Untuk itu, Kemenperin terus berupaya menguasai industri strategis mulai dari sektor hulu, intermediate, hingga hilir, termasuk dalam pengembangan industri semikonduktor.

Langkah ini perlu diikuti dengan kebijakan strategis yang menunjang iklim usaha yang kondusif.

Investasi industri hulu intermediate seperti MG-Si dengan kapasitas 32.000 metrik ton per tahun butuh 300 juta dolar AS.

Untuk industri polysilicon dengan kapasitas 6.500 metrik ton pertahun membutuhkan dana 373 juta dolar AS.

"Sedangkan industri ingot monocry monocrystalline dan wafer silicon butuh investasi 85 juta dolar AS," sebut Warsito.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas