Tribun Bisnis

Pembatasan Harga Minyak Rusia Picu Antrean Kapal Tanker di Lepas Pantai Turki

Mayoritas minyak mentah akan dikirim ke Turki, diikuti oleh Yunani, Italia, dan India

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pembatasan Harga Minyak Rusia Picu Antrean Kapal Tanker di Lepas Pantai Turki
EPA-EFE/OLE BERG-RUSTEN
Ilustrasi - Pergerakan kapal tanker pengangkut minyak mentah di Selat Bhosporus. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Aturan baru oleh industri asuransi di Turki untuk kapal tanker yang membawa minyak mentah Rusia membuat pergerakan kapal tanker di lepas pantai Turki serta antara pelabuhan Laut Hitam Rusia dan Mediterania makin melambat.

Sekitar 16 kapal bukan berbendera Rusia sedang menunggu izin asuransi dan jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah, menurut penyedia data maritim, MarineTraffic.

Berdasarkan data dari MarineTraffic, sekitar 35 kapal termasuk sembilan kapal tanker berbendera Rusia telah berangkat dari Moskow sejak batas harga minyak yang diberlakukan negara-negara Group of Seven (G7) dan Uni Eropa mulai berlaku pada Senin (5/12/2022).

“Semua kapal yang menuju ke Bosphorus dari utara (meninggalkan Laut Hitam) sebagian besar sudah penuh,” kata eksekutif Wilayah Barat Amerika Serikat untuk MarineTraffic, Kapten Adil Ashiq, yang dikutip dari CNBC.

“Mayoritas minyak mentah akan dikirim ke Turki, diikuti oleh Yunani, Italia dan India,” sambungnya.

Armada Bayangan dari China dan India

Menurut penyedia data maritim VesselsValue mengatakan, rata-rata kapal tanker yang menunggu di Selat Bosphorus, Turki, telah meningkat dibandingkan minggu lalu sekitar 47 persen, dengan 14 kapal dengan durasi menunggu rata-rata 64 jam dan kapasitas tonase gabungan sebesar 1,46 juta ton.

“Ketika kita memasuki durasi sanksi minyak mentah Rusia dan batas harga, kami memperkirakan akan melihat peningkatan kemacetan di sisi utara dan selatan Bosphorus, bersama dengan area di sekitar Selat Dardanelles untuk alasan yang sama,” kata Analis Perdagangan Senior di VesselsValue, Graham Close.

Baca juga: Abaikan Keputusan Negara Barat, China Beli Minyak Rusia di Atas Batas Ketentuan G7 

Presiden perusahaan perdagangan Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menyatakan kekhawatiran mengenai usia dan kualitas armada bayangan, yaitu China dan India, yang membawa minyak mentah Rusia melalui Bosphorus akan bertambah.

“Saat sanksi UE berlaku, penundaan transit ini akan berdampak pada penyulingan China dan India yang tetap menjadi yang terbesar dan semakin penting bagi penjualan minyak Rusia,” kata Lipow.

Baca juga: Harga Minyak Naik di Tengah Ketidakpastian Batas Harga Minyak Rusia

“Turki ingin perusahaan asuransi menyediakan asuransi kewajiban penuh dan mencakup semua untuk sanksi apa pun yang terkait dan tentu saja, klub P&I [asuransi perlindungan dan ganti rugi maritim] tidak akan melakukan itu,” ungkapnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas