Tribun Bisnis

ECB Peringatkan Batas Harga Gas Bisa Jadi Bumerang Bagi Stabilitas Keuangan Uni Eropa

ECB juga mengatakan usulan batas harga gas Uni Eropa perlu untuk didesain ulang.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Choirul Arifin
zoom-in ECB Peringatkan Batas Harga Gas Bisa Jadi Bumerang Bagi Stabilitas Keuangan Uni Eropa
Ledger Insights
Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan usulan aturan Uni Eropa (UE) yang ditujukan untuk meredam lonjakan harga gas alam dapat membahayakan stabilitas keuangan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

 
TRIBUNNEWS.COM, FRANKFURT - Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan usulan aturan Uni Eropa (UE) yang ditujukan untuk meredam lonjakan harga gas alam dapat membahayakan stabilitas keuangan.

Dalam opini formal yang disampaikan pada Kamis (8/12/2022), ECB juga mengatakan usulan batas harga gas UE perlu untuk didesain ulang.

UE mengusulkan "mekanisme koreksi pasar" pada bulan lalu, yang ditujukan untuk meredam harga gas alam dan volatilitas pasar setelah lonjakan biaya energi mendorong inflasi ke rekor tertinggi dan meningkatkan tekanan pada pasar keuangan dalam perdagangan derivatif energi.

ECB, sebagai penjaga stabilitas keuangan di blok tersebut, mengakui tujuan batas harga gas adalah untuk memoderasi tingkat harga dan volatilitas yang ekstrem, namun memperingatkan aturan tersebut dapat menimbulkan hal sebaliknya.

"ECB menganggap bahwa rancangan mekanisme koreksi pasar yang diusulkan saat ini dapat, dalam beberapa keadaan, membahayakan stabilitas keuangan di kawasan euro," kata bank sentral itu, dalam opini yang ditandatangani oleh Presiden ECB Christine Lagarde, yang dikutip dari Reuters.

Desain mekanisme saat ini dapat meningkatkan volatilitas serta "panggilan margin terkait, menantang kemampuan rekanan pusat untuk mengelola risiko keuangan, dan juga dapat mendorong migrasi dari tempat perdagangan ke pasar over-the-counter yang tidak dibersihkan secara terpusat," tambahnya.

Bank Sentral Eropa juga meminta Komisi Eropa untuk mengekang perannya dalam proses mengaktifkan dan mengakhiri mekanisme harga, karena proposal saat ini dapat melanggar independensinya dan memberikan tugas baru pada bank tanpa perubahan Perjanjian UE yang diperlukan, sementara badan lainnya mungkin lebih cocok untuk peran itu.

Baca juga: Uni Eropa Masih Gagal Sepakat Batasan Harga Jual Minyak Mentah Rusia

Sebaliknya, UE seharusnya hanya memiliki "kemungkinan" untuk meminta nasihat ECB, tambah ECB.

Eksekutif Uni Eropa pada 22 November mengusulkan batas harga gas untuk blok tersebut sebesar 275 euro atau 282 dolar AS per megawatt jam untuk derivatif bulan ini di bursa Belanda yang berfungsi sebagai patokan Eropa.

"Kami mengusulkan untuk menetapkan batas atas harga gas TTF (Title Transfer Facility) untuk melindungi orang-orang dan bisnis kami dari kenaikan harga yang ekstrem," kata komisaris energi Uni Eropa Kadri Simson.

Baca juga: Azerbaijan Tangguhkan Pasokan Minyak Mentah Rusia ke Kilang Turki karena Embargo Uni Eropa

Uni Eropa selama berbulan-bulan menghadapi perdebatan mengenai bagaimana mengatasi lonjakan harga gas yang disebabkan oleh invasi produsen energi Rusia ke Ukraina. 

Negara-negara yang menentang gagasan pembatasan harga gas mengatakan hal itu dapat menyebabkan peningkatan konsumsi, mempersulit pengadaan, dan memicu risiko hukum terkait terhadap kontrak yang ada.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas