Tribun Bisnis

Bank Indonesia Catat Rp1,77 Triliun Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan Domestik Dalam Sepekan

Angka Rp1,77 triliun tersebut berdasarkan data transaksi Bank Indonesia periode 5 hingga 8 Desember 2022.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Bank Indonesia Catat Rp1,77 Triliun Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan Domestik Dalam Sepekan
Medan Tribunnews.com
Ilustrasi Bank Indonesia. Bank Indonesia menyebutkan dalam laporannya, terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik senilai Rp1,77 triliun di pekan kedua Desember 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia menyebutkan dalam laporannya, terdapat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik senilai Rp1,77 triliun di pekan kedua Desember 2022.

Angka Rp1,77 triliun tersebut berdasarkan data transaksi Bank Indonesia periode 5 hingga 8 Desember 2022.

“Nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp1,77 triliun terdiri dari beli neto Rp8,45 triliun di pasar SBN (surat bergabung negara) dan jual neto Rp6,68 triliun di pasar saham,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangannya dikutip Sabtu (10/12/2022).

Baca juga: Gubernur Bank Indonesia: Rupiah Digital Bisa Beli Barang di Metaverse

Dirinya juga melanjutkan, untuk premi credit default swap 5 tahun naik ke 100,20 bps (basis poin) per 8 Desember 2022 dari 89,11 bps per 2 Desember 2022.

Dengan demikian, selama tahun 2022 berdasarkan data setelmen sampai dengan 8 Desember 2022, nonresiden jual neto Rp140,62 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp73,27 triliun di pasar saham.

Erwin mengungkapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait.

Yang bertujuan untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan eksternal

Baca juga: Bank Indonesia Sebut Digitalisasi Data Pertanian Dapat Kendalikan Inflasi di Bali Nusra

"Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas