Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Merebaknya Kasus Covid-19 di China Telah Menekan Harga Properti Baru Negeri Tirai Bambu

Pemerintah China telah mengambil serangkaian tindakan untuk mendukung sektor properti yang jatuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
zoom-in Merebaknya Kasus Covid-19 di China Telah Menekan Harga Properti Baru Negeri Tirai Bambu
Ascent Futuretech
Ilustrasi properti. Data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada Senin (16/1/2023) menunjukkan bahwa harga properti baru di China pada Desember turun sebesar 0,2 persen bulan ke bulan, laju yang sama seperti bulan sebelumnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Harga properti baru di China mengalami penurunan pada Desember 2022 seiring merebaknya wabah Covid-19.

Data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada Senin (16/1/2023) menunjukkan bahwa harga properti baru di China pada Desember turun sebesar 0,2 persen bulan ke bulan, laju yang sama seperti bulan sebelumnya.

“Sektor properti China akan tetap lesu dalam jangka pendek, dan kemungkinan akan stabil setelah kuartal II tahun ini, kata Zhang Dawei, kepala analis di agen properti Centaline.

Baca juga: Pengembang Properti Optimistis Situasi Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Positif pada 2023

"Pasar membutuhkan lebih banyak kebijakan yang menargetkan peningkatan permintaan, terutama di kota-kota tingkat satu,” imbuhnya.

Selain itu, Biro Statistik Nasional juga mencatat bahwa harga properti baru di Beijing dan Shanghai naik sedikit lebih cepat pada Desember 2022.

Sedangkan harga properti baru di Shenzhen dan Guangzhou justru mengalami penurunan lebih lambat.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir dari Channel News Asia, sektor properti yang pernah menjadi pendorong tumbuhnya perekonomian China, sangat terperosok tahun lalu karena pengembang yang dililit utang gagal menyelesaikan proyek yang macet, sehingga menyebabkan boikot hipotek oleh beberapa pembeli.

Lantas, pemerintah China pun mengambil serangkaian tindakan untuk mendukung sektor properti yang jatuh.

“Untuk melonggarkan pembatasan pinjaman bagi pengembang properti, regulator akan meningkatkan aturan ‘tiga garis merah’ untuk 30 perusahaan percontohan,” kata juru bicara pemerintah China, mengutip kantor berita Xinhua.

Kebijakan tersebut akan membatasi jumlah pinjaman baru yang dapat dinaikkan oleh pengembang properti setiap tahun dengan menempatkan batas pada rasio utang mereka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas