Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Taiwan Tarik Produk Mi Instan Bukan Yang Pertama, Mengapa Bisa Terjadi?

Kabar tak menyenangkan datang dari Taiwan, pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen ini kembali menarik salah satu produk Indonesia, yaitu Indomie.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Taiwan Tarik Produk Mi Instan Bukan Yang Pertama, Mengapa Bisa Terjadi?
Taiwan News
Indomie yang ditarik peredarannya di Taiwan 

Selain merek Mie Sedap, Bea Cukai Taiwan juga menolak produk mi instan merek Lucky Me dari Filipina. Baik Mie Sedap maupun Lucky Me, keduanya diimpor oleh perusahaan perdagangan Taiwan, ELOM Group.

Ada lima jenis rasa mi instan yang ditahan, antara lain Korean Spicy Soup, Kuah Rasa Baso Spesial, Rasa Ayam Bawang Telur, Korean Spicy Chicken, dan Rasa Soto.

Selain menolak mi instan dari Indonesia dan Filipina, Bea Cukai Taiwan juga menahan kontainer yang berisi mi instan dari Jepang.

Baca juga: Harga Mie Instan di Indomaret dan Alfamart 10 Agustus 2022: Lemonilo, SuperMi, Indomie, Sedaap

Bea Cukai juga menolak 56,96 kg mie gelas Acecook dari Jepang, yang diimpor oleh Zhong Xin International Development Co.

Dalam keterangannya, FDA Taiwan menyebut, mengingat banyaknya pengiriman mi instan yang terkontaminasi dari Indonesia, pihaknya akan meminta petugas Bea Cukai untuk memperketat persentase pengawasan impor barang yang diperiksa, dari awal 5-10 persen menjadi 20 persen.

FDA mengatakan, bahwa semua produk di bawah standar kesehatan lembaganya akan dikembalikan atau dihancurkan.

2. Aksi Depkes Taipei

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara di tahun ini, dikutip dari Focus Taiwan, berdasarkan hasil pengujian, Departemen Kesehatan Taiwan mengungkap, etilen oksida terdeteksi pada mi dan paket bumbu di produk mi instan asal Malaysia.

Sementara itu, di produk mi instan asal Indonesia, zat karsinogenik hanya terdeteksi di paket bumbu.

Tanggapan Indofood

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang pun angkat bicara menanggapi temuan tersebut.

Franciscus mengatakan, pada dasarnya sesuai prinsip perusahaanya, pihaknya selalu mengikuti persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh negara pengimpor sebelum mengirim produk.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga patuh akan persyaratan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh BPOM.

"Pada prinsipnya kita mengikuti prasyarat dan ketentuan BPOM dan juga standard Badan kesehatan negara pengimport," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/4/2023).

Sayangnya dia masih belum banyak bicara ihwal temuan tersebut. Namun dia memastikan, pihaknya masih akan terus menyelidiki atas temuan tersebut.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas