Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Bisnis

Listrik Aliran Atas KCJB Mulai Dialiri Daya, Masyarakat Diminta Menjauhi Jalur Kereta

Adapun total panjang kabel kontak OCS tersebut adalah 384,6 kilometer yang terpasang pada jalur KCJB sepanjang 142,3 km.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Listrik Aliran Atas KCJB Mulai Dialiri Daya, Masyarakat Diminta Menjauhi Jalur Kereta
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Sejumlah pekerja beraktivitas di proyek Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Halim, Jakarta Timur, Rabu (17/5/2023). Menjelang target pelaksanaan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada 18 Agustus 2023 mendatang, sejumlah persiapan terus dikebut PT KCIC selaku operator KCJB, termasuk kesiapan dari Stasiun Kereta Cepat Halim. Untuk saat ini, pogres dari pembangunan Stasiun KA Cepat Halim yang dimulai sejak tahun 2019 hingga per akhir April 2023 sudah mencapai 90,86%. TRIBUNNEWS/JEPRIMA 

Rahadian menambahkan, KCIC juga telah bekerjasama dengan TNI-Polri dalam rangka mencegah gangguan yang berpotensi membahayakan tes Commissioning hingga operasional KCJB nantinya.

KCIC mengingatkan kepada seluruh pihak untuk tidak melakukan pencurian, maupun pengrusakan terhadap kabel listrik, kabel kontak, dan elemen struktural lainnya pada peralatan dan fasilitas KCJB karena dapat membahayakan keselamatan perjalanan KCJB .

Baca juga: KCIC Sebut Semua Korban Kecelakaan Kereta Teknis KCJB Merupakan Warga Negara China

“Semua larangan ini dimaksudkan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang berada di sepanjang jalur dan keamanan operasional Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung,” tutup Rahadian.

Fase Kritis

Pasokan listrik tersebut ditransmisikan ke empat gardu traksi di Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar dibangun oleh China Railway Group Limited (CREC).

Aliran listrik tersebut dibutuhkan guna menunjang operasionalisasi KCJB yang juga menandakan seluruh proses transmisi listrik telah berhasil.

Gardu traksi mengubah transmisi tegangan tinggi menjadi daya frekuensi AC fase tunggal untuk kemudian dialirkan ke Overhead catenary system (OCS) atau jaringan listrik aliran atas kereta cepat.

BERITA TERKAIT

Transmisi daya itu merupakan salah satu fase kritis sebelum operasional KCJB.

Pengaliran daya juga menjadi proses penting terakhir sebelum komisioning dan pengujian bersama.

Teknologi transmisi KCJB ini terdiri dari sistem catu daya utama dari jaringan traksi lokomotif listrik, peralatan penggerak dan sistem catu daya tegangan rendah utama, serta sistem pengiriman SCADA untuk tenaga listrik dan catu daya traksi.

Seluruh peralatan inti sistem jaringan kelistrikan seperti gardu induk dan sistem perlindungan mikro komputer serta sistem AC dan DC semuanya dibuat di China.

Teknologi tersebut memiliki karakteristik parameter teknis terukur, struktur peralatan terpadu, jenis komponen selaras, dan kinerja layanan komponen utama yang tinggi.

Kecanggihan teknologi membuat perawatan peralatan lebih mudah dengan masa pemakaian yang lebih lama, penundaan perlindungan lebih pendek sehingga lebih aman dan andal.

Untuk memastikan keberhasilan transmisi daya KCJB, departemen manajemen proyek kereta cepat China Railway Indonesia mengorganisir unit konstruksi China Railway Electrification Bureau untuk menyusun tenaga traksi listrik yang terperinci, mulai dari memasok rencana penerimaan daya kereta cepat, menentukan ruang lingkup transmisi listrik, proses serta langkah-langkah teknologi keselamatan dan rencana perbaikan darurat.

Sistem ini juga men-debug fasilitas seperti stasiun traksi, stasiun divisi dan stasiun AT di sepanjang jalur satu per satu, melakukan uji coba pada seluruh jalur OCS, memastikan fasilitas catu daya traksi di seluruh lini memenuhi persyaratan transmisi daya sesuai jadwal hingga mewujudkan jaringan kelistrikan setelah transmisi daya berhasil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Terkait

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas