Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Daerah-daerah yang Sudah 60 Hari Tidak Hujan, Mendag: Stok Pangan Terkendali

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan stok bahan pokok saat El Nino melanda, dalam posisi yang stabil.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Daerah-daerah yang Sudah 60 Hari Tidak Hujan, Mendag: Stok Pangan Terkendali
Hendra Gunawan/Tribunnews.com
Pedagang beras di, Jagakarsa, Jakarta Selatan melayani pembeli. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan stok bahan pokok saat El Nino melanda, dalam posisi yang stabil. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan stok bahan pokok saat El Nino melanda, dalam posisi yang stabil.

Salah satunya adalah beras. Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, telah mendapat laporan dari Perum Bulog bahwa stoknya cukup.

"Iya, kita syukuri sampai hari ini semua bisa kita kendalikan. Ya, Bulog saya dapat laporannya stok beras cukup. Semua cukup. Harga-harga juga stabil," kata Zulhas kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (2/8/2023).

Baca juga: Antisipasi El Nino, BNPB Siapkan 31 Helikopter untuk Atasi Kebakaran Hutan

Kemudian, ia mengungkapkan pemerintah akan mengelontorkan bantuan bahan pokok pada Oktober 2023 mendatang sebesar Rp8 triliun.

"(Bantuan bahan pokok) sampai Desember. Jadi Oktober-Desember akan ada Rp8 triliun bantuan untuk bahan pokok," ujar Zulhas.

Adapun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) menyebutkan beberapa daerah yang mengalami musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino.

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab, mengatakan, sejumlah daerah diprediksi akan mengalami curah hujan sangat rendah.

Seperti sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan, Tengah, dan Tenggara.

Bahkan, kini di Bali, NTB, dan NTT sudah masuk dalam krisis.

"Karena dalam catatan kami sudah 60 hari tidak turun hujan,” sebut dia dalam kegiatan FMB, Senin (31/7/2023).

BMKG memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Baca juga: Daerah Ini Diprediksi Alami Kemarau Ekstrem Dampak El Nino

"Musim kemarau ekstrem ini yang dipicu oleh fenomena El Nino. Sejarah mencatat bahwa intensitas El Nino pernah kuat pada tahun 2015 dan lemah pada tahun 2019," tutur Fahcri.

Adapun El Nino akan mencapai puncaknya pada bulan Agustus dan September.

Saat ini, sekitar 63 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan terdampak El Nino.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas