Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Daerah-daerah yang Sudah 60 Hari Tidak Hujan, Mendag: Stok Pangan Terkendali

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan stok bahan pokok saat El Nino melanda, dalam posisi yang stabil.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Daerah-daerah yang Sudah 60 Hari Tidak Hujan, Mendag: Stok Pangan Terkendali
Hendra Gunawan/Tribunnews.com
Pedagang beras di, Jagakarsa, Jakarta Selatan melayani pembeli. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan stok bahan pokok saat El Nino melanda, dalam posisi yang stabil. 

Karena itu, pengelolaan air tanah dalam menghadapi El Nino sangat penting.

Cadangan Pangan Nasional Cukup Sampai Akhir 2023

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menuturkan pihaknya melakukan langkah mitigasi dampak El Nino sejak tahun lalu.

Arief memastikan cadangan pangan sampai akhir 2023 aman dan tercukupi.

"Stok pangan komoditas strategis kita aman," katanya dalam Forum Merdeka Barat di Jakarta, Senin (31/7/2023).

Bapanas, imbuh Arief, menugaskan Bulog untuk menyerap beras petani 2,24 juta ton.

Cadangan beras itu diutamakan yang diproduksi di dalam negeri untuk memenuhi ketersediaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Bapanas juga akan melakukan impor beras agar stok yang dimiliki lebih banyak.

"Importasi itu memang harus dilakukan, dengan kita memiliki stok akan berbeda sehingga kita lebih pede dalam melindungi masyarakat Indonesia yang jumlahnya banyak ini," urainya.

Arief menurbut cadangan aneka daging juga dipastikan aman sebab pihaknya menggunakan cold storage guna memperpanjang umur simpan.

"Seperti daging ayam, sapi, kerbau itu sudah kita stok menggunakan cold storage. Kita pastikan kebutuhan sekitar 700 ribu ton ter-secure dengan baik," ucapnya.

Dia mengatakan beberapa pasokan produk hortikultura perlu dicadangkan lebih banyak untuk menghadapi ancaman El Nino, seperti cabai.

"Ada produk hortikultura yang kita harus kerja keras misalnya cabai. Karena culture di Indonesia itu penginnya harus fresh sehingga Kementan bekerja ekstra untuk tetap melakukan tanam, medianya tidak harus di tanah, jadi beberapa sudah ada urban farming," tukasnya

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas