Nilai Tukar Petani pada November 2023 Naik 0,82 Persen
Peningkatan NTP tertinggi terjadi pada sektor hortikultura yaitu berasal dari komoditas cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan tomat.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS/Jeprima
Petani cabai Andri (33), saat merawat pohon cabai hijau besar di Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada November 2023 sebesar 116,73 atau naik 0,82 persen dibandingkan dengan bulan Oktober sebesar 115,78.
Edy mengat, komoditas yang dominan yang memengaruhi kenaikan BPPBM sub sektor hortikultura adalah bibit bawang merah, upah mencangkul, bibit kentang dan bibit cabe
Adapun penurunan nilai tukar usaha pertanian yang terdalam terjadi pada perikanan tangkap dan nilai tukar usaha pertanian perikanan tangkap turun sebesar 0,90 persen.
"Kalau kita lihat penurunan ini disebabkan karena terjadi kenaikan indeks yang diterima itu turun yang sebesar 0,87 persen sementara indeks BPPBM justru mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen," jelasnya.
Berita Populer
Baca tanpa iklan