Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mudik Lebaran 2024 Tanpa Klakson Telolet Basuri, Begini Tanggapan Para Awak Bus

Armada bus yang mengangkut para pemudik dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat,  dipastikan tak ada lagi yang menggunakan klakson telolet basuri.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Mudik Lebaran 2024 Tanpa Klakson Telolet Basuri, Begini Tanggapan Para Awak Bus
Tribun Jakarta/Ega Hikari
Suasana arus mudik di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Armada bus yang mengangkut para pemudik dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat,  dipastikan tak ada lagi yang menggunakan klakson telolet basuri.

Penggunaan klakson telolet resmi dilarang setelah terjadi insiden seorang anak tewas terlindas roda belakang bus AKAP saat korban mengejar-ngejar bus dari samping meminta klakson telolet di Dermaga Pelabuhan Merak.

Pantauan TribunJakarta.com armada bus di Terminal Kalideres memang sudah tak ada lagi yang memasang klakson telolet.

Aksesoris yang masih terpasang di bus hanya berupa lampu strobo dan lampu variasi dan sejumlah boneka yang diletakan di bagian dashboard depan bus.

Sejumlah awak bus menyatakan telah mencopot klakson telolet basuri di armada busnya demi menghindari denda dari petugas di lapangan.

"Ini sudah langsung dicopot karena sama Po juga minta dicopot kan udah enggak boleh," kata Akbar, awak bus Po Almira tujuan Belitang, Lampung.

Rekomendasi Untuk Anda

Akbar mengatakan, tadinya telolet yang dipasang di busnya merupakan barang yang dibeli secara patungan dari para awak bus.

"Harganya Rp 6 juta pakai duit pribadi kita karena supaya menarik aja busnya," kata dia.

Kendati membuat penampilan bus lebih menarik, ia mengakui keberadaan klakson telolet tak berpengaruh terhadap bertambahnya penumpang.

Baca juga: Harga Tiket Mudik Bus PO Haryanto di Lebaran 2024, Jakarta Wonogiri dan Matesih Tembus Rp 580.000

"Karena kan yang pada suka telolet itu cuma para mania aja, terutama anak-anak. Kalau penumpang mah kan maunya ya yang penting selamat sampai ke rumah," katanya.

Hal senada disampaikan Eko, awak bus Po Safari tujuan Solo, Jawa Tengah. Ia pun setuju dengan adanya larangan penggunaan klakson telolet.

Di Po tempatnya bekerja memang sejak awal tak memperbolehkan adanya pemasangan klakson telolet.

"Karena memang cukup membahayakan buat kita yang nyetir kalau banyak anak-anak yang sampai mengadang cuma buat bunyiin telolet aja," katanya.

Baca juga: Harga Tiket Mudik Lebaran 2024 Bus AKAP Jakarta-Jogja: PO Sinar Jaya, Sumber Alam Hingga Agra Mas

Pemasangan telolet merupakan inisiatif dari para awak bus karena armada yang mereka bawa menjadi lebih menarik.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas