Modal Limbah Kertas, Tangan Dingin UMKM Solo Hasilkan Produk Berkualitas, Kirim ke Mana Saja Gas!
Cerita Kristanti Nareswari, pelaku UMKM dari Solo, memanfaatkan sampah kertas untuk membuat produk berkualitas.
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
![Modal Limbah Kertas, Tangan Dingin UMKM Solo Hasilkan Produk Berkualitas, Kirim ke Mana Saja Gas!](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/produk-kerajinan-setyo-handmade-jqeegrdwqiu431.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka kertas bekas yang dianggap sebagai sampah oleh kebanyakan orang, justru menjadi modal meraup keuntungan?
Itulah yang dilakukan Kristanti Nareswari, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Setyo Handmade dari Kota Solo, Jawa Tengah.
Tangan dinginnya mampu menyulap limbah koran dan kertas bekas menjadi barang-barang unik.
Mulai dari barang-barang kecil seperti jepit rambut, tatakan gelas, gelang, hingga barang bernilai tinggi seperti tas dan keranjang pakaian.
![Pelaku UMKM Setyo Handmade, Kristanti Nareswari](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/kristanti-nareswari-setyo-handmade-umkm-solo.jpg)
Saat produknya dilihat sekilas, mungkin tidak disangka bahannya terbuat dari kertas koran.
Tetapi, bila dilihat dari dekat, akan tampak detail koran yang menambah kesan estetik.
![Detail produk Setyo Handmade.](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/detail-produk-setyo-handmade.jpg)
Nares, sapaan akrabnya, mulai belajar membuat produk dari kertas koran bekas pada 2014.
Selain koran, ia bisa berkreasi dengan aneka kertas lainnya, mulai dari kalender bekas, brosur, hingga kertas HVS.
Kreativitas itu muncul saat Nares melihat tumpukan surat kabar langganannya tidak lagi terpakai.
"Kalau dijual, koran bekas hanya laku Rp 3.000 per kilogram, tapi kalau diolah ternyata bisa menghasilkan," ungkap Nares saat ditemui di kediamannya, Minggu (23/6/2024).
Barang-barang yang awalnya hanya ia buat untuk dipakai sendiri, rupanya banyak diminati orang.
Akhirnya, ia mulai menekuni bisnis handicraft itu pada 2018.
Proses Pembuatan Produk
Nares menjelaskan, koran maupun kertas yang tidak lagi terpakai dipilah sesuai ukuran.
Langkah selanjutnya ialah melinting lembaran kertas koran menjadi gulungan kecil dan rapi.
Artikel ini merupakan bagian dari inisiatif Lokal Asri yang berfokus pada lokalisasi nilai-nilai tujuan pembangunan berkelanjutan. Pelajari selengkapnya!
A member of
![asia sustainability impact consortium](https://asset-1.tstatic.net/img/lestari/esg-regional.png)
Follow our mission at sustainabilityimpactconsortium.asia
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.