Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Erick Thohir Buka Suara soal Wacana Pembatasan BBM Subsidi 17 Agustus 2024

Wacana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada tanggal 17 Agustus 2024 yang disampaikan Luhut kini ditanggapi Erick Thohir

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Erick Thohir Buka Suara soal Wacana Pembatasan BBM Subsidi 17 Agustus 2024
Bambang Ismoyo
Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Senin sore (26/2/2024) - Erick Thohir tanggapi soal wacana BBM subsidi dibatasi 17 Agustus 2024 

Menurut Luhut, dengan pembatasan tersebut, pemerintah dapat melakukan penghematan dalam APBN 2024.

Beriringan dengan ini, pemerintah juga mendorong pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar pengganti BBM yang berbasis fosil.

Bioetanol merupakan jenis bahan bakar yang dihasilkan dari proses ferementasi bahan-bahan organik, terutama tumbuhan dengan kandungan karbohidrat tinggi.

"Kita kan sekarang berencana mau mendorong segera bioetanol masuk menggantikan bensin, supaya polusi udara ini juga bisa dikurangi cepat," jelas Luhut.

Setidaknya, kata Luhut, kandungan sulfur dari bensin bisa mencapai 500 ppm.

Sementara bioetanol jauh lebih rendah kandungan sulfurnya bisa hanya mencapai 50 ppm.

Kondisi sulfur yang tinggi tentu akan mempengaruhi kualitas udara dan berdampak pada kesehatan manusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan demikian, bisa menekan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), alih alih hanya  untuk menghemat anggaran negara untuk penyakit pernapasan hingga Rp 38 triliun.

Saat ini, pengembangan bioetanol sedang dilakukan Pertamina.

"Kalau ini semua berjalan dengan baik, kita bisa mengemat lagi," tutur Luhut.

Adapun wacana ini merespons informasi dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang memperkirakan anggaran subsidi energi pada tahun ini akan membengkak.

Hal ini mengacu pada beberapa parameter perubahan mulai dari harga minyak dunia, lifting minyak dan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

"Belanja dari subsidi dan kompensasi yang diperkirakan juga akan mengalami kenaikan karena adanya faktor tadi volume maupun kurs dan harga," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (8/7/2024).

Hingga semester I 2024, Kementerian Keuangan telah merealisasikan pembayaran subsidi energi sebesar Rp 42,9 triliun hingga semester I-2024.

Subsidi energi ini untuk bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 7,16 juta kiloliter atau sebesar Rp 8,7 triliun. Kemudian subsidi LPG 3 Kg sebanyak 3,4 juta kiloliter atau sebesar Rp 34,2 triliun.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani/Dennis Destryawan)(Kompas.com/Yohana Artha Uly)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas