Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

PMI Indonesia Kontraksi Pada Juli 2024 Akibat Pesanan Baru Turun

PMI Indonesia mengalami kontraksi sejak bulan Agustus 2021. Penurunan PMI menggambarkan penurunan ke tingkat sedang antara produksi dan pesanan baru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lita Febriani
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in PMI Indonesia Kontraksi Pada Juli 2024 Akibat Pesanan Baru Turun
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi pabrik produk tekstil. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia turun pada Juli 2024 menjadi 49,3 dari 50,7 poin pada bulan sebelumnya.

Ini pertama kalinya PMI Indonesia mengalami kontraksi sejak bulan Agustus 2021. Penurunan PMI menggambarkan penurunan ke tingkat sedang antara produksi dan pesanan baru.

Akibat produksi dan permintaan baru turun pada tingkat sedang, perusahaan akhirnya memilih untuk mengurangi jumlah staf untuk ketiga kali dalam empat bulan terakhir.

Baca juga: Hari Kedua Jokowi Ngantor di IKN, Pengusaha Lokal Minta Diberi Kesempatan Investasi di Ibu Kota Baru

Economics Director S&P Global Market Intelligence Paul Smith, mengatakan pasar secara umum melambat dan mendorong penurunan pada kondisi pengoperasian selama bulan Juli, dengan permintaan baru berkurang dan produksi turun untuk pertama kali dalam dua tahun.

"Produsen lebih waspada, aktivitas pembelian sedikit dikurangi dan ketenagakerjaan menurun pada kecepatan tertinggi sejak bulan September 2021. Hambatan pasokan menambah kesulitan perusahaan, dengan rata-rata waktu pengiriman diperpanjang karena tantangan pengiriman laut berkelanjutan," ungkap Smith dalam keterangan resmi, Kamis (1/8/2024).

Kendala pasokan tercatat juga sebagai faktor penghambat, meski kepercayaan diri terhadap produksi di masa depan membaik hingga level tertinggi sejak bulan Februari. Selain itu, inflasi harga input atau bahan baku mereda, tetapi biaya produksi naik pada laju lebih kuat.

Rekomendasi Untuk Anda

Panelis melaporkan bahwa permintaan pasar menurun dan merupakan faktor utama penyebab penjualan turun untuk pertama kali dalam satu tahun.

Penjualan ekspor baru menurun, meski pada tingkatan yang lebih rendah, walaupun hal ini sebagian menggambarkan penundaan pengiriman.

Hambatan pasokan juga tercatat sebagai faktor penghambat pada kapabilitas produksi pada bulan Juli, dengan catatan penundaan pengiriman bahan baku.

Data survei terkini menunjukkan bahwa rata-rata waktu pengiriman diperpanjang untuk pertama kali dalam tiga bulan.

Bukan hanya itu, dilaporkan juga tantangan berkelanjutan pada rute pengiriman penting seperti melalui Laut Merah.

Baca juga: Agar Tak Boncos, Investor Pasar Modal Sebaiknya Pakai Manajer Investasi Berlisensi OJK  

Ada beberapa bukti bahwa meski terjadi penurunan produksi secara keseluruhan, sektor manufaktur terus menghasilkan produksi berlebih pada bulan Juli. Inventaris barang jadi naik solid untuk kelima kalinya dalam enam bulan terakhir.

Perusahaan mampu menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan yang sedikit turun selama dua bulan berturut-turut.

Produsen memilih untuk sedikit mengurangi aktivitas pembelian mereka pada bulan Juli, menandai penurunan pertama sejak bulan Agustus 2021.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas