Prabowo Mengaku Jadi Salah Satu Investor IKN: Saya Sendiri Sebagai Pengusaha
Prabowo Subianto mengaku dirinya juga menjadi salah satu investor di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
![Prabowo Mengaku Jadi Salah Satu Investor IKN: Saya Sendiri Sebagai Pengusaha](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/prabowo-subianto-usai-bertemu-presiden-joko-widodo.jpg)
Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto mengaku dirinya juga menjadi salah satu investor di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Menurut Prabowo, sebaga investor di IKN, status dirinya adalah sebagai pengusaha. "Salah satu investor saya sendiri sebagai pengusaha," kata Prabowo usai meninjau embung MBH, sebelum sidang kabinet di IKN, Kaltim, Senin, (12/8/2024).
Di lokasi yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah sudah memulai pembangunan di kawasan inti IKN untuk mendukung aktivitas pemerintahan seperti Istana Presiden, Wakil Presiden, kemudian Kemenko dan Kementerian.
“Pemerintah sudah memulai di kawasan inti untuk pemerintahan di sini. Ini menunjukkan kuatnya keinginan kita untuk menyelesaikan fisiknya yang berkaitan baik dengan istana presiden, wakil presiden kemudian kemenko, kemudian kementerian,” kata Jokowi.
Presiden berharap rampungnya pembangunan gedung pemerintah di IKN akan menarik investasi baru ke IKN.
"Kita harapkan itu akan mendorong investor sebanyak-banyaknya untuk masuk ke investasi di IKN karena investasi di IKN," kata Jokowi.
Jokowi mengklaim manfaat investasi di IKN tidak akan dirasakan sekarang melainkan nanti di masa depan. "Ini adalah investasi masa depan bukan sekarang," pungkasnya.
Baca juga: Rampungnya Bangunan Pemerintahan Diyakini Akan Tarik Minat Investor ke IKN
Dalam kesempatan terpisah Presiden bilang investasi yang sudah masuk ke IKN mencapai Rp56,2 triliun.
Investasi tersebut berasal dari 55 proyek yang sudah groundbreaking. Diantaranya sektor pendidikan ada 6, kesehatan 3, logistik 10, hotel 8, energi dan transport 2, kantor dan perbankan 14.
"Serta hunian dan area hijau 9, media dan teknologi ada 3," tutur Jokowi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.