Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Penyebab Raksasa Tekstil PT Sritex Dinyatakan Pailit

Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang menyatakan PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau Sritex pailit atau bangkrut. Ini penyebabnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Sri Juliati
zoom-in Penyebab Raksasa Tekstil PT Sritex Dinyatakan Pailit
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat meninjau pabrik baru PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/4/2017). 

Perseroan pun tetap beroperasi dengan menjaga keberlangsungan usaha serta operasional dengan menggunakan kas internal maupun dukungan sponsor.

Sritex pun memiliki sejumlah strategi yang terbagi ke dalam lima bagian, yakni sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, umum, serta produksi dan pengadaan.

Sritex selayang pandang

PT Sritex didirikan oleh Haji Muhammad Lukminto atau Ie Djie Shien pada tahun 1966.

Awalnya Sritex adalah sebuah kios kecil bernama UD Sri Rejeki di Pasar Klewer, Kota Solo.

Usaha itu berkembang dan menjadi perusahaan besar Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca juga: Sritex Bantah Terancam Bangkrut, Jalani Tiga Restrukturisasi

Fasilitas produksinya terus bertambah. Pabriknya yang belokasi di Jalan Samanhudi, Sukoharjo, terbilang besar.

Produksi pabriknya mencakup hulu dan hilir industri tekstil antara lain rayon, katun, dan poliester, kain mentah, bahan jadi, hingga pakaian jadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan tekstil itu juga mempunyai kantor besar di Jalan Wahid Hasyim Nomor 147, Jakarta Pusat.

Empat lini bisnis utama perusahaan sejak tahun 2018 adalah pemintalan dengan kapasitas produksi 1,1 juta bal benang per tahun, penenunan dengan produksi 180 ribu meter per tahun.

Kemudian lini bisnis pencelupan dan pencetakan dengan kapasitas produksi 240 juta yard per tahun, serta garman sebanyak 28 juta pieces pakaian jadi per tahun.

Sritex juga dipercaya Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai salah satu pemasok seragam militernya.

Ketika pandemi Covid-19 mendera dunia, Sritex menangkap peluang bisnis dengan cara memproduksi jutaan masker.

(Tribunnews/Febri/Endrapta Pramudhiaz/Kompas/Agustinus Rangga Respati)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas