Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Celios: Pergantian Komisaris dan Direksi Pertamina Kental Unsur Politis

Bhima Yudhistira mengatakan pergantian Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) lebih kental unsur politisnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Celios: Pergantian Komisaris dan Direksi Pertamina Kental Unsur Politis
Dok. Pertamina
Simon Aloysius Mantiri (kanan) menjadi Dirut Baru PT Pertamina (Persero) menggantikan Nicke Widyawati (kiri). 
Memuat video…

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pergantian Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) lebih kental unsur politisnya.

"Penunjukan Dirut dan Komut Pertamina lebih kental unsur politisnya," ujar Bhima di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Di sisi lain, kebijakan pemerintah seperti pengurangan subsidi BBM dinilai Bhima bisa lebih cepat dieksekusi karena koordinasi langsung bahkan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Penunjukan Simon Aloysius Mantiri Jadi Dirut Pertamina Bau Politik, Bonusnya Mencapai Rp25 Miliar

Bhima melihat, indikasi berikutnya soal Pertamina mungkin butuh sosok politis karena gejolak ke depan soal penyesuaian harga jual BBM dan persoalan subsidi akan ditanggapi dengan politis juga.

"Kalau serba politis ya hitung hitungan teknokratisnya bagaimana ya?" kata Bhima.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mengatakan, pergantian Dirut dan Komisaris Pertamina memang kerap terjadi paska pelantikan presiden baru. Kali ini, ucap Bhima, agenda politiknya Presiden Prabowo mengganti subsidi BBM ke Bantuan Langsung Tunai (BLT).

"Mungkin presiden butuh orang yang akan pasang padan jika dikritik oleh publik. Akhirnya orang politik yang dipasang di Pertamina," tutur Bhima

Di sisi lain Pertamina juga punya agenda transisi energi juga, dan ini butuh kolaborasi dengan pemain swasta maupun investor.

"Khawatir penunjukan politis pucuk pimpinan Pertamina menurunkan trust dari mitra investor dari dalam dan luar negeri," terang Bhima.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perubahan susunan Direksi dan Komisaris PT Pertamina (Persero) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (4/11/2024).

Baca juga: Simon Aloysius Mantiri, Bos Baru Pertamina yang Diangkat Menggantikan Nicke Widyawati

Keputusan RUPS itu tertuang dalam SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, yang menetapkan Mochamad Iriawan sebagai Komisaris Utama, Dony Oskaria sebagai Wakil Komisaris Utama, Raden Adjeng Sondaryani sebagai Komisaris Independen, dan Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina.

Pada jajaran baru Dewan Komisaris, Mochamad Iriawan yang kini bertugas sebagai Komisaris Utama Pertamina adalah purnawirawan perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia yang terakhir menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Sementara Simon Aloysius yang menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina tercatat pernah menduduki posisi Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas