Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Nelayan Rempang Diajak Naik Kelas Lewat Pelatihan Budidaya Perikanan

Nukila Evanty mendapati fakta bahwa para nelayan-nelayan di Rempang mengalami kendala karena sulit mendapat tangkapan ikan yang bagus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Nelayan Rempang Diajak Naik Kelas Lewat Pelatihan Budidaya Perikanan
HO
'PELATIHAN WIRAUSAHA PERIKANAN - Kegiatan pelatihan budidaya dan bisnis perikanan yang diikuti nelayan Pulau Rempang di Kepulauan Riau yang diinisiasi Ketua Inisiasi Masyarakat Adat (IMA) Nukila Evanty. Pelatihan ini juga diikuti ibu rumah tangga. 

Sedangkan di hari kedua, tema pelatihan terkait cara berbisnis yang tepat agar bisa sukses dan berkembang usaha budidaya tersebut.

”Saya melihat para nelayan sangat antusias, mereka merasa ada harapan dengan pelatihan ini,” kata Nukila.

Selain melibatkan nelayan, pelatihan ini juga diikuti ibu rumah tangga agar bisa membantu para suami dalam mengembangkan budiddaya ikan air tawar ini.

”Permintaan pasar ikan air tawar ini besar sekali di Pulau Batam apalagi budidaya air tawar tidak sulit, asal tekun menjalaninya, ” ucap Nukila. 

Dia juga menyiapkan satu kolam ikan budidaya kepada perwakilan nelayan di Pulau Rempang. Ini sebagai modal awal para nelayan ini memulai usaha budidaya ikan air tawar.

”Dengan pelatihan ini diharapkan semangat mereka bangkit kembali. Apabila sulit mendapatkan ikan di laut, nelayan bisa tetap memiliki penghasilan melalui usaha  budidaya ikan air tawar,” ungkap Nukila.

”Pelatihan ini membantu nelayan kita mengidentifikasi pasar dan pembeli, memahami standar permintaan pasar terkait ikan air tawar, lalu memahami food production dan supply chain,” sambung Nukila.

Rekomendasi Untuk Anda

Nukila sendiri memiliki pengalaman cukup lama dalam melakukan advokasi terhadap nelayan. Hal itu membantunya memahami bahwa para nelayan Rempang adalah pejuang tangguh.

”Karena kita mengalami  perubahan iklim, musim hujan yang panjang dan angin laut yang kencang, sehingga nelayan harus punya alternatif lainnya. Salah satu yang kami bisa lakukan adalah pelatihan budidaya ikan air tawar ini,” kata Nukila.

Nukila berharap pemerintah daerah, terutama Dinas Perikanan dan Kelautan serta sektor swasta turut tergerak membantu memberikan pendampingan kepada para nelayan ini.

”Upaya yang kami jalankan ini sebagai bagian membantu pemerintah dalam penguatan masyarakat marjinal,” pungkas Nukila.(tribunnews/fin)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas