Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Asosiasi Elevator Indonesia-China Jalin Kerja Sama, Ada Ratusan Perusahaan Tak Berizin

Aliansi Perusahaan dan Profesional Lift Eskalator Indonesia menjajaki kerjasama dengan China Elevator Association (CEA).

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Asosiasi Elevator Indonesia-China Jalin Kerja Sama, Ada Ratusan Perusahaan Tak Berizin
handout
KERJASAMA RI-CHINA - Ketua Umum Aliansi Perusahaan dan Profesional Lift Eskalator (APPLE) Indonesia, Nanang Komara dan Sekretaris Jenderal China Elevator Association (CEA), Zhang Lexiang (tengah) di pertemuan kedua asosiasi bisnis di Jakarta. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengurus Aliansi Perusahaan dan Profesional Lift Eskalator Indonesia (APPLE) menggelar pertemuan dengan Sekretaris Jenderal China Elevator Association (CEA), Zhang Lexiang.

Ketua Umum APPLE Indonesia, Nanang Komara, menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama strategis antara dua negara di industri elevator dan eskalator.

“Pertemuan Ini membuktikan bahwa APPLE Indonesia diakui eksistensinya, bahkan mendapat respon positif dari pemerintah dan pelaku industri di China,” ujar Nanang usai pertemuan di Jakarta, Senin (28/4/2025). 

Nanang menyebut, salah satu poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya edukasi dan regulasi yang ketat terhadap masuknya produk elevator dari luar negeri ke Indonesia.

“Kami ingin menegaskan bahwa ke depan produk yang masuk ke Indonesia harus melalui agen resmi yang terdaftar dan legal. Ini demi pengawasan dan perlindungan pasar dalam negeri,” tegasnya.

Saat ini, hanya 37 dari sekitar 200 hingga 250 perusahaan di industri lift dan eskalator yang memiliki izin resmi di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

APPLE Indonesia akan menertibkan agen-agen lokal yang belum memenuhi persyaratan legal.

Selain menjajaki kerja sama teknis dan regulasi, APPLE Indonesia juga berniat mempelajari sistem pengembangan anggota dan standardisasi yang diterapkan di China.

“Mereka sudah punya akademi, menara uji, hingga sistem regulasi yang lengkap. Kita ingin mengadopsi hal-hal positif dari sana,” ucap Nanang.

Baca juga: Pengerjaan Proyek LRT Velodrome-Manggarai Nyaris 50 Persen, Toilet dan Eskalator sudah Dipasang

Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan dengan beberapa agenda ke depan. Perwakilan APPLE dan kementerian terkait dijadwalkan berkunjung ke China pada Mei mendatang untuk memperdalam pembahasan kerja sama.

Pada November 2025, CEA dijadwalkan menghadiri pameran industri elevator di Kemayoran, Jakarta, untuk memperluas jalinan kemitraan dengan pelaku industri dalam negeri.

Nanang juga menyoroti potensi ancaman dari oversupply produk elevator di China, yang mendorong ekspor besar-besaran.

“Kalau tidak dikontrol, ini bisa jadi ancaman serius bagi industri lokal. Maka itu kita dorong proteksi dan filterisasi, baik dari sisi impor maupun tata kelola internal,” jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Layanan, KAI Operasikan Eskalator Baru di Stasiun Pasar Senen Mulai 1 September 2024

Ia menekankan pentingnya legalitas perusahaan penyedia elevator, khususnya dalam proyek-proyek pemerintah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas