Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

AHY Sindir Ada Bandara yang Megah Tapi Tak Berdampak Bagi Masyarakat

Pembangunan infrastruktur harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan secara merata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AHY Sindir Ada Bandara yang Megah Tapi Tak Berdampak Bagi Masyarakat
Istimewa
AHY BANDARA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (22/7/2025). Ia menyinggung adanya bandara yang kelihatan megah, tetapi belum berdampak bagi masyarakat. 

"Inefisiensi itu tidak selalu disebabkan oleh niat buruk, tetapi sering kali terjadi karena kurangnya perencanaan yang terintegrasi," ucap AHY.

Ia mengatakan, banyak keputusan diambil secara tergesa-gesa, tanpa perhitungan matang, lalu langsung dieksekusi.

"Padahal, saat proyek sudah berjalan, seringkali kita tidak bisa mundur, sementara masih ada banyak masalah yang seharusnya diselesaikan lebih dulu,” katanya.

Bandara Sepi

Bandara Kertajati menjadi infrastruktur publik yang sejak pembangunannya rampung dan beroperasi, menuai sorotan dari berbagai pihak.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio pernah menyebut bahwa operasional Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, belum berjalan optimal.

Bahkan, kata dia, operasionalnya kemungkinan belum akan berjalan secara optimal setidaknya lima hingga 10 tahun ke depan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Itu 5-10 tahun ke depan belum tentu Kertajati bisa dioperasikan dengan optimal, artinya [belum akan] ada keuntungan untuk perawatan dan sebagainya," kata Agus kepada Tribunnews, Minggu (17/9/2023).

Ia mengatakan, lokasi dari Kertajati masih menjadi persoalan, sehingga membuat bandara ini sepi penumpang.

"Kertajati itu dibangun di tengah antah berantah. Kan tidak bisa memaksa maskapai terbang ke situ kalau tidak ada penumpang," ujar Agus.

"Emangnya negara mau kasih subsidi? Kan tidak. Sekarang mau dijadikan apa? [bandara khusus] haij? Haji setahun cuma tiga bulan, setelah itu buat apa?" lanjutnya

Kemudian, Agus mengatakan masalah akses masih menjadi persoalan.

Adanya Tol Cisumdawu belum akan membantu meningkatkan jumlah penumpang di Bandara Kertajati.

Menurut dia, masyarakat Bandung masih lebih memilih ke Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dibanding ke Bandara Kertajati.

"Orang daripada ke Kertajati mending ke Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta). Waktu (durasi perjalanan) beda dikit, banyak penerbangannya," ujar Agus.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas