Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

AHY Sindir Ada Bandara yang Megah Tapi Tak Berdampak Bagi Masyarakat

Pembangunan infrastruktur harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan secara merata.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in AHY Sindir Ada Bandara yang Megah Tapi Tak Berdampak Bagi Masyarakat
Istimewa
AHY BANDARA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa (22/7/2025). Ia menyinggung adanya bandara yang kelihatan megah, tetapi belum berdampak bagi masyarakat. 

Kemudian, kata dia, apabila Bandara Kertajati menyasar target penumpang dari Cirebon, juga akan sama sulitnya.

Ia mengatakan, warga Cirebon masih lebih memilih naik kereta, bus, atau kendaraan travel jika ingin ke Jakarta atau arah timur.

Layani Satu Penerbangan

Menurut Senior Executive Vice President PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Roland Sinaga, saat ini ada satu penerbangan internasional yang dilayani Bandara Kertajati, yakni ke Singapura dengan Scoot Airlines.

Ini sekaligus menepis kabar bahwa Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat mangkrak.

"Kalau mangkrak itu kan sama sekali tidak ada penerbangan. Kami ada satu melayani penerbangan rute internasional ke Singapura dengan Scoot Airlines," kata Roland dalam konferensi pers Bandara Kertajati Umrah Travel Fair 2025 yang digelar di Bandung, Rabu (9/7/2025).

Sementara untuk rute domestik tidak ada karena alasan kurangnya armada pesawat dari LionAir, SuperJet, Citilink untuk melayani penerbangan dalam negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Populasi pesawat komersial, artinya yang terbang benar-benar menurun pasca Covid-19. Dari 65 persen ini, hanya 64 persen yang terbang. 35 persen kemana? Sedang perbaikan reguler," ungkap Roland.

Untuk meramaikan kembali rute penerbangan baik domestik dan internasional, pihak BIJB membuka negosiasi dengan Malaysia Airlines dan AirAsia.

Namun sayangnya, kendala kurangnya armada pesawat ini juga dirasakan oleh maskapai internasional.

"Mereka tidak punya pesawat. Pesawat sedang masuk Regular Maintenance. Setelah sekian ribu jam terbang harus dicek," ungkap dia.

 

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas