Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Perjalanan Decoco Luminer 'Sulap' Limbah Batok Kelapa Jadi Lampu Taman Panel Surya

Dari sampah menjadi cahaya, perjalanan Decoco Luminer, UMKM asal Denpasar yang menyulap limbah batok kelapa jadi lampu taman berbasis energi surya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sri Juliati
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Perjalanan Decoco Luminer 'Sulap' Limbah Batok Kelapa Jadi Lampu Taman Panel Surya
ISTIMEWA/DECOCO LUMINER
LIMBAH BATOK KELAPA - Nurul Adhim menunjukkan lampu taman berbasis panel surya, hasil daur ulang yang dilakukan Decoco Luminer. Simak perjalanan Decoco Luminer, UMKM asal Denpasar yang menyulap limbah batok kelapa jadi lampu taman berbasis energi surya. 

Satu di antaranya adalah I Made Artana alias Bli Tana yang sudah menekuni seni ukir batok kelapa sejak duduk di bangku SD.

"Saat teman-temannya sudah menyerah dan berganti pekerjaan, Bli Tana masih fokus dengan seni ukir batok kelapa," kata Adhim.

Decoco Luminer juga memberdayakan sejumlah ibu rumah tangga di Desa Tampaksiring.

Mereka bertugas melakukan finishing yaitu pengamplasan dan pengecatan menggunakan cat berbahan dasar air (water-based) pada setiap batok kelapa yang telah diukir.

Adhim memastikan setiap perajin yang terlibat, dibayar dengan sangat pantas. Ini sesuai dengan misi Adhim ketika mendirikan Decoco Luminer yaitu pemberdayaan para perajin lokal.

"Bahkan benefit pertama justru dirasakan oleh para perajin, bukan Decoco," tegasnya seraya menambahkan kapasitas produksi Decoco Luminer dapat mencapai 50-80 unit per bulan.

Jadi Lebih Bernilai

KEHIDUPAN BARU LIMBAH - Nurul Adhim (kanan), pendiri Decoco Luminer bersama dengan dua perajin membuat lampu taman berbasis energi surya dari limbah batok kelapa.
KEHIDUPAN BARU LIMBAH - Nurul Adhim (kanan), pendiri Decoco Luminer bersama dengan dua perajin membuat lampu taman berbasis energi surya dari limbah batok kelapa. (ISTIMEWA/DECOCO LUMINER)

Lulusan Jurusan Fisika Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini tak menampik, saat ini, sudah banyak pihak yang memanfaatkan batok kelapa. Namun umumnya hanya dijadikan produk dengan nilai jual rendah, seperti arang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau dijual sebagai arang, harganya berapa, sih? Rendah sekali. Nah, value itu yang ingin saya angkat, supaya batok kelapa bisa lebih bernilai," ujarnya.

Saat ini, Decoco Luminer memiliki dua varian. Pertama, lampu taman berbasis panel surya yang dapat digunakan di luar ruangan dan dalam ruangan dengan harga Rp 385 ribu.

Kedua, lampu berbasis colokan listrik yang hanya bisa ditempatkan di dalam ruangan. Varian ini dijual dengan harga yang lebih terjangkau yaitu Rp 185 ribu.

Adhim mengungkapkan, keistimewaan lampu taman Decoco Luminer terletak pada proses pengukiran batok kelapa yang sepenuhnya dilakukan secara manual, tanpa bantuan laser.

Sehingga setiap lampu batok kelapa memiliki sentuhan personal yang eksklusif dari Bli Tana dkk.

Penggunaan motif kupu-kupu yang dipadukan ukiran util-utilan khas Bali juga menjadi keunikan lampu taman Decoco Luminer.

Paduan motif ini melambangkan transformasi dan kebebasan serta mencerminkan visi Decoco Luminer untuk mengubah sampah menjadi pencahayaan yang indah dan berkelanjutan.

"Kombinasi motif kupu-kupu dan util-utilan ini juga memberikan pesan bahwa di alam ini nggak cuma manusia, tapi ada makhluk-makhluk kecil yang ketika kita melihatnya tidak hanya indah, tetapi juga memiliki makna mendalam," kata dia.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas