Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tekan Backlog Perumahan Tak Bisa Asal Bangun, Perlu Riset Segmen Mana yang Membutuhkan

Prabowo Subianto diminta segera mengatasi kebutuhan hunian layak terutama untuk masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
zoom-in Tekan Backlog Perumahan Tak Bisa Asal Bangun, Perlu Riset Segmen Mana yang Membutuhkan
HO
BACKLOG PERUMAHAN - Acara Diskusi Meja Bundar bertajuk Tabungan, Asuransi Mikro dan Pembangunan Perumahan: Jalan Baru Mengatasi Backlog Perumahan, Jumat malam, 26 September 2025. 

Karena jarak jauh itu meningkatkan biaya transportasi. Dan, banyak sekali perumahan-perumahan yang minim layanan transportasi. Karena dengan jarak antara rumah dan tempat kerja yang dekat dapat meningkatkan produktivitas kerja. 

Meski demikian, ia melihat keterjangkauan harga menjadi masalah utamanya. Banyak dari para pekerja MBR, tidak memiliki kemampuan untuk membeli rumah, karena gaji yang terbatas. Tak hanya itu, mereka juga tidak punya agunan, tidak punya riwayat melakukan kredit, sehingga cukup sulit untuk bisa mendapatkan kredit. 

Kun Wardana menekankan pentingnya peran negara, jadi sebisa mungkin negara hadir, jangan dilepas ke mekanisme pasar, tetapi negara bisa memberikan kemudahan-kemudahan, khususnya untuk para pekerja. 

Pekerja, selain mendapatkan jaminan kesehatan, jaminan sosial, upah layak juga berhak mendapat rumah yang layak. Karena, dengan itu, akan meningkatkan kualitas hidup.

Menurut Frits H. Soejoedi, ⁠CEO UI Leadership Development Center, keterjangkauan harga rumah jadi masalah utama dalam penyediaan hunian layak di Indonesia. 

Mamay Sukaesih menilai, mayoritas backlog perumahan ataupun yang tidak layak huni, 45-50 persen berasal dari pekerja sektor informal.

Harryadin Mahardika OK
DISKUSI PERUMAHAN - Ekonom dan Dewan Pembina Indonesia Roundtable of Young Economists (INRY) Harryadin Mahardika di acara Diskusi Meja Bundar bertajuk Tabungan, Asuransi Mikro dan Pembangunan Perumahan: Jalan Baru Mengatasi Backlog Perumahan, Jumat, 26 September 2025.

Kendala dari sisi perbankan selama ini adalah penilaian kelayakan seseorang menerima kredit perumahan selalu mengacu pada data historis pola pendapatannya, dan pola pengeluarannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ekonom dan Dewan Pembina Indonesia Roundtable of Young Economists (INRY) Harryadin Mahardika mengatakan, di kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ada kesempatan bagi pemerintah untuk berpihak pada masyarakat dalam penyediaan hunian layak ini.

"Ketika Pak Prabowo mengangkat Pak Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan, dia sangat paham bahwa tugas negara adalah mendistribusikan kesejahteraan ke masyarakat," ungkapnya.

"Bagi perbankan, perumahan jadi salah satu sumber utama pendapatannya. Banyak rumah tak laku tapi harga terus naik. Itu semua mengakibatkan kenaikan harga rumah makin tak terkejar oleh masyarakat berpendapat menengah ke bawah. Distorsi yang terjadi sudah sangat jauh."

"Karena itu, negara harus mengusung konsep baru hunian untuk mengatasi backlog perumahan in, misalnya dengan memperkenalkan sistem sewa dan hunian tersebut bisa disewa oleh masyarakat dengan biaya murah," sebutnya.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas