Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Respon Menteri Dody Soal Peluang Kementerian PU Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny yang Roboh

Tidak menutup kemungkinan Kementerian PU ikut terlibat dalam pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny di Buduran Sidoarjo yang roboh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Respon Menteri Dody Soal Peluang Kementerian PU Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny yang Roboh
Tribunnews/Endrapta
BANGUN ULANG - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap peluang Kementerian PU membangun kembali gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang roboh dan menimpa sejumlah santrinya pada 29 September 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap peluang Kementerian PU membangun kembali gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang roboh dan menimpa sejumlah santrinya pada 29 September 2025.

Tidak menutup kemungkinan Kementerian PU ikut terlibat dalam pembangunan kembali Ponpes Al Khoziny.

Namun, ia harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Agama (Kemenag).

"Itu kan sebenarnya swasta. Nanti itu gampang. Yang penting kan sebenarnya tata kelolanya. Nanti kita akan bicara dengan Kemendagri dan Kementerian Agama," kata Dody ketika ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).

Dody menegaskan, saat ini belum tepat bila terlalu jauh membicarakan rencana pembangunan kembali ponpes.

Ia mengatakan, hal terpenting saat masa tanggap darurat ini adalah mengevakuasi orang-orang yang tertimpa bangunan.

"Ini masalah berduka, jadi kami juga enggak bisa terlalu gembar-gembor. Yang penting sekarang tanggap darurat dulu, selesai dulu mengeluarkan yang tersisa, baru kita bicara yang lainnya," ucap Dody.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia pun menyebut Kementerian PU sudah mengirim bantuan alat berat sejak 29 September atau pada hari ponpes itu roboh.

Namun, alat berat baru bisa dioperasikan pada 2 Oktober setelah mendapat izin dari Basarnas dan Kodim.

Alat berat baru diizinkan beroperasi karena sebelumnya masih tim evakuasi masih mencari tanda-tanda kehidupan di antara reruntuhan.

"Jadi kemarin itu didengerin tuh masih ada yang bersuara enggak, teriak-teriak segala macam. Begitu enggak ada, alat berat mulai kemarin kan siang ke sore itu boleh masuk," ujar Dody.

Kerahkan Alat Berat

Sebagai informasi, alat berat akhirnya dikerahkan mulai Kamis (2/10/2025) setelah ada musyawarah dengan orang tua atau wali santri.

Tim evakuasi langsung mengangkat puing-puing beton sesudah alat berat masuk ke lokasi sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca juga: Update Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 10 Orang Meninggal Dunia, 103 Selamat

"Sebenarnya alat berat sudah siap sejak pagi tadi, tapi baru bergerak setelah ada kesepakatan dengan para orang tua korban,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto dikutip dari Tribun Jatim.

Adapun lokasi sekitar telah disterilkan. Di samping itu, bangunan di sekitar juga telah dikosongkan sebelum alat berat dikerahkan supaya evakuasi bisa lancar dan tidak berdampak pada sekitar. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas