116 Santri Lirboyo Ikuti Pelatihan Konstruksi dan Teknik Sipil
Di program ini para santri mendapatkan pengetahuan dasar mengenai konstruksi dan penerapan keselamatan kerja.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai memberikan pelatihan ilmu konstruksi kepada para santri di pondok pesantren, menyasar 2.500 santri di 10 provinsi.
Program bernama Pelatihan dan Uji Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Terampil ini dimulaidi Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, mulai 21 Oktober hingga 1 November 2025 diikuti 116 peserta.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, dalam program ini para santri mendapatkan pembekalan pengetahuan atau keterampilan dasar di bidang konstruksi maupun teknik sipil.
"Diharapkan ketika ada kegiatan pembangunan di lingkungan pondok pesantren masing-masing, para santri yang turut berperan dalam proses pembangunan memiliki bekal ketrampilan dasar bangunan maupun keselamatan kerja konstruksi," katanya dikutip dari siaran pers pada Senin (27/10/2025).
Dody mengungkapkan di program ini para santri mendapatkan pengetahuan dasar mengenai konstruksi dan penerapan keselamatan kerja.
Adapun kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU.
116 peserta yang ikut terdiri dari 81 peserta bidang Tukang Bangunan Gedung dan 35 peserta bidang Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.
Baca juga: Soal Tradisi Ngecor Ponpes, Menteri PU: Santri Diberi Sertifikasi Konstruksi, Tak Akan Eksploitasi
Para peserta yang lulus pelatihan akan memperoleh Sertifikat Kompetensi yang diakui secara nasional. Pelatihan terdiri dua sesi. Pertama, Pelatihan dan Sertifikasi Petugas K3 Konstruksi (Jenjang 3) selama enam hari, 21–26 Oktober 2025.
Kedua, Pelatihan dan Sertifikasi Tukang Bangunan Gedung (Jenjang 2) selama dua belas hari, 21 Oktober–1 November 2025.
Para peserta tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
"Tradisi gotong royong di pondok pesantren adalah sesuatu yang sangat mengagumkan. Para santri dengan sukarela bergotong royong membangun ruang belajar, asrama, dan fasilitas lainnya," ujar Dody.
"Kami di Kementerian PU tidak ingin semangat budaya itu hilang. Justru kami ingin memperkuatnya dengan standar yang benar dan lebih berkualitas,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengomentari adanya tradisi nguli di pesantren. Terkait hal itu, Prabowo meminta agar para santri dibekali ilmu konstruksi.
Perintah Prabowo disampaikan melalui Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Negara pada Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Pemerintah Melalui Kementerian PU akan Bekali Santri Ilmu Konstruksi Bangunan
Baca tanpa iklan