Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pakar Ketahanan Energi UI Minta Penguatan Sektor Hulu Pertamina Dipertahankan, Ini Alasannya

Penguatan sektor hulu dinilai penting untuk mendukung ketersediaan energi sebagai pilar ketahanan energi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pakar Ketahanan Energi UI Minta Penguatan Sektor Hulu Pertamina Dipertahankan, Ini Alasannya
HO
PRODUKSI MINYAK - Dominasi sektor hulu Pertamina tersebut berkontribusi besar dalam menopang ketahanan energi nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar UI Ali Ahmudi menilai dominasi sektor hulu berkontribusi besar pada ketahanan energi nasional.
  • Kompetisi global: Kinerja hulu dinilai mampu bersaing dengan perusahaan migas asing dan swasta nasional.
  • Penguatan sektor hulu penting untuk mendukung ketersediaan energi sebagai pilar ketahanan energi.
  • Hulu Energi berhasil menemukan cadangan migas baru yang cukup besar.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masuknya tujuh anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Sub Holding Upstream PT Pertamina (Persero) dalam daftar 10 perusahaan penghasil minyak terbesar di Indonesia mendapat respons positif.

Pakar ketahanan energi Universitas Indonesia (UI), Ali Ahmudi sependapat, dominasi sektor hulu Pertamina tersebut berkontribusi besar dalam menopang ketahanan energi nasional.

“Ya jelas (menopang ketahanan energi). Dan ini adalah perkembangan dan tren yang bagus,” kata Ali kepada media hari ini.

Baca juga: Jaga Ketahanan Energi Nasional, Yulisman Dorong Pemerintah Perkuat dan Percepat Eksplorasi Minyak

Ali Ahmudi adalah akademisi dan pakar energi yang berafiliasi dengan Universitas Indonesia (UI) serta Institut Teknologi PLN (ITPLN). Ia dikenal sebagai peneliti di bidang ketahanan energi, khususnya bioenergi dan sektor hulu migas.

Menurut Ali, penguatan sektor hulu Pertamina tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan. Apalagi, dominasi itu juga menandakan bahwa sektor hulu Pertamina semakin bisa bersaing dengan perusahaan asing atau swasta nasional.

Rekomendasi Untuk Anda

“Dengan kualitas sudah seperti itu, artinya mulai bisa dibuat roadmap ke depan untuk bisa mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu pilar ketahanan energi itu kan ketersediaan sumber energinya,” jelas Ali.

Terlebih, lanjutnya, selama ini PHE juga berhasil menemukan banyak blok migas baru, yang diperkirakan memiliki cadangan cukup besar.

Upaya penguatan sektor hulu Pertamina, juga dinilai tepat. Karena kekuatan dan marwah perusahaan migas, kata Ali, termasuk perusahaan internasional, memang berada pada sektor hulu.

Ali mencontohkan, perusahaan-perusahaan migas kelas dunia seperti Saudi Aramco, Total, Exxon Mobile, semua melakukan penguatan sektor hulu.

”Kehormatan dari perusahaan migas itu adalah hulu. Grade A -nya adalah hulu. Jadi melalui produksi crude oil maupun gas. Jadi sudah benar jika Pertamina melalui PHE ingin fokus dan memperkuat sektor hulu. Karena kekuatan utama memang di hulu,” ucapnya.

Makanya Ali mengingatkan, agar Pertamina Hulu Energi terus meningkatkan kinerja. Baik eksplorasi namun juga eksploitasi.

Terlebih di tengah upaya untuk menahan laju penurunan produksi migas alami (natural decline). Melalui peningkatan kinerja, Ali berharap Pertamina bisa semakin berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi dalam upaya swasembada energi sebagaimana menjadi cita-cita Pemerintah.

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan capaian positif produksi minyak nasional jelang akhir 2025.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut, per 10 November 2025, produksi minyak dalam negeri tercatat telah mencapai 606,02 ribu barel per hari (bph). Dia pun optimistis produksi tetap akan terjaga hingga akhir tahun ini.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas