Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat: Keputusan Tidak Naikkan Harga BBM di Aceh, Sumut-Sumbar Cegah 'Panic Buying'

Harga BBM di tiga wilayah terdampak bencana (Aceh, Sumut, Sumbar) tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengamat: Keputusan Tidak Naikkan Harga BBM di Aceh, Sumut-Sumbar Cegah 'Panic Buying'
HO/IST/HO/Humas BNPB
HARGA BBM TAK NAIK - Petugas melakukan pembersihan lumpur sisa banjir di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam, Aceh. Pertamina Patra Niaga menegaskan, harga BBM di tiga wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tidak naik untuk periode Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Harga BBM di tiga provinsi terdampak bencana tidak mengalami kenaikan.
  • Pengamat Fahmy Radhi (UGM) menilai langkah Pertamina penting untuk menjaga stabilitas sosial, membantu psikologis masyarakat, serta mencegah panic buying dan penimbunan BBM.
  • Kebijakan ini dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana dan menunjukkan komitmen Pertamina menjaga ketahanan sosial di masa krisis.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina telah merilis harga semua jenis BBM di seluruh Indonesia yang berlaku mulai 1 Desember 2025. Dari penyesuaian tersebut, terdapat kenaikan harga untuk semua jenis BBM Pertamina non subsidi.

Pertamina Patra Niaga menegaskan, harga BBM di tiga wilayah terdampak bencana (Aceh, Sumut, Sumbar) tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Alasannya, ketiga provinsi tersebut sedang menghadapi bencana banjir dan longsor.

Pemerintah memberi perlakuan khusus agar masyarakat tidak terbebani tambahan biaya energi. Penyesuaian harga hanya berlaku di wilayah lain di Indonesia.

Pengamat ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi, mengapresiasi langkah Pertamina yang tidak menaikkan harga BBM di tiga wilayah terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk empati sekaligus keberpihakan nyata perusahaan terhadap masyarakat yang masih dalam kondisi darurat.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ini sangat membantu masyarakat yang masih mengalami musibah bencana,” ujar Fahmy, Kamis (4/12/2025).

Ia menegaskan, mempertahankan harga BBM di tengah akses distribusi yang terganggu sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, di tengah kondisi banjir dan longsor, masyarakat sangat rentan secara psikologis maupun ekonomi.

“Psikologis masyarakat di tempat bencana terbantu, dan mereka bisa lebih hemat dengan adanya penundaan kenaikan harga BBM,” katanya.

Fahmy juga menyebut bahwa keputusan tidak menaikkan harga ini merupakan bentuk keberpihakan Pertamina terhadap kepentingan publik dalam situasi darurat.

“Kita harus dukung, karena memberikan keringanan bagi masyarakat yang terdampak. Kita harus apresiasi,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan harga tetap dinilai efektif mencegah panic buying maupun penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab. “Ini membantu mencegah terjadinya penimbunan BBM oleh oknum yang ingin ambil keuntungan. Langkah baik Pertamina,” tegas Fahmy.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Seluruh Indonesia per 1 Desember 2025: Pertamax Naik Jadi Rp12.750/Liter

Untuk dampak jangka panjang, Fahmy menilai keputusan tersebut akan mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana.

“Tidak dinaikannya harga BBM oleh Pertamina dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pasca banjir dan longsor,” ujarnya.

Menurut Fahmy, langkah ini menunjukkan bahwa stabilisasi harga di masa krisis bukan hanya soal kebijakan bisnis, melainkan bagian dari komitmen Pertamina menjaga ketahanan sosial masyarakat di tengah bencana.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas