Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ancaman Fraud Mengintai Bisnis Fintech, Ini yang Dilakukan Jalin dan Aftech

Transaksi pembayaran digital di triwulan III 2025 tercatat mencapai 12,99 miliar atau naik 38,08 persen dibanding tahun sebelumnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Ancaman Fraud Mengintai Bisnis Fintech, Ini yang Dilakukan Jalin dan Aftech
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ANCAMAN FRAUD - Pengunjung di stan peserta Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2024 di Pusat Perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (12/11/2024). Transaksi pembayaran digital di triwulan III 2025 tercatat mencapai 12,99 miliar atau naik 38,08 persen dibanding tahun sebelumnya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 
Ringkasan Berita:
  • FDC hadir sebagai wadah kolaborasi industri untuk pertukaran data intelijen terpusat, menggantikan mekanisme pertahanan yang selama ini berjalan secara terpisah.
  • FDC akan menjadi pilar utama penguatan tata kelola mitigasi fraud di ekosistem fintech.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Transaksi pembayaran digital di triwulan III 2025 tercatat mencapai 12,99 miliar atau naik 38,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut diikuti meningkatnya ancaman fraud yang semakin terorganisasi.

Untuk mengantisipasi hal itu, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) untuk membentuk Fraud Detection Consortium (FDC), jaringan intelijen fraud pertama di Indonesia untuk layanan keuangan digital.

FDC hadir sebagai wadah kolaborasi industri untuk pertukaran data intelijen terpusat, menggantikan mekanisme pertahanan yang selama ini berjalan secara terpisah.

Inisiatif ini diluncurkan dalam Mandiri BFN Fest 2025 sebagai langkah strategis menghadapi peningkatan risiko penipuan dan insiden siber seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

Sekretaris Jenderal Aftech, Firlie Ganinduto, menegaskan FDC akan menjadi pilar utama penguatan tata kelola mitigasi fraud di ekosistem fintech.

“Melawan fraudster yang terorganisasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Industri membutuhkan wadah untuk penyelarasan standar keamanan dan pertukaran insight,” ujarnya.

Baca juga: Setoran Pajak Fintech Terus Naik Sejak 2022 dan Tembus Rp1,15 Triliun di Oktober 2025

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai tahap awal, FDC diimplementasikan melalui adopsi Jalin Fraud Management System (FMS) berbasis shared infrastructure.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menyebut FMS menjadi fondasi teknologi bagi konsorsium, membuka akses kapabilitas pertahanan yang setara bagi seluruh pelaku industri.

Baca juga: Survei AFTECH 2025: Pengguna Fintech Terkonsentrasi di Jabodetabek 

Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak peningkatan maturitas industri fintech nasional. Tahap berikutnya akan dilakukan uji coba bertahap serta dialog dengan regulator untuk memperkuat kebijakan dan memastikan kesiapan operasional ekosistem keuangan digital.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas