Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kadin Proyeksi Perputaran Uang Saat Libur Natal dan Tahun Baru Capai Rp 107,5 Triliun

Perhitungan itu didasarkan pada asumsi jumlah pemudik setara 29.875.000 juta keluarga dengan rata-rata empat orang per keluarga.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kadin Proyeksi Perputaran Uang Saat Libur Natal dan Tahun Baru Capai Rp 107,5 Triliun
Kontan/Carolus Agus Waluyo
PERPUTARAN UANG - Perputaran uang selama libur Nataru diperkirakan mencapai Rp 107,562 triliun. 

Ringkasan Berita:
  • Perputaran uang selama libur Nataru periode kali ini diperkirakan mencapai Rp 107,562 triliun.
  • KAI memberikan diskon 30 persen untuk kelas ekonomi.
  • Sementara PELNI menyediakan potongan sekitar 20 persen untuk tiket kapal laut.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan mencatat jumlah pemudik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang.

Angka ini meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun 2024 dan setara dengan sekitar 42,01 persen dari total penduduk Indonesia.

Berdasarkan proyeksi tersebut, perputaran uang selama libur Nataru periode kali ini diperkirakan mencapai Rp 107,562 triliun.

Baca juga: Jasa Marga Tebar Diskon 20 Persen untuk Pengguna Tol Trans Jawa, Catat Waktu Berlakunya

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menjelaskan, perhitungan itu didasarkan pada asumsi jumlah pemudik setara 29.875.000 juta keluarga dengan rata-rata empat orang per keluarga.

Jika setiap keluarga membawa bekal Rp 3,6 juta, maka potensi perputaran uang mencapai sekitar Rp 107,55 triliun.

Rekomendasi Untuk Anda

"Masih berpotensi di atas itu, kita mengambil angka yang moderat naik 10 persen dari tahun lalu rata-rata Rp 3,3 juta per keluarga. Jumlah pemudik ini di luar perkiraan kita, karena prediksi tidak sebesar itu mengingat dalam dua bulan ke depan kita sudah memasuki bulan puasa, di mana masyarakat sudah persiapkan untuk mudik Idul Fitri 2026," tutur Sarman melalui keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Menurut Sarman, antusiasme masyarakat melakukan perjalanan libur Nataru, baik untuk merayakan Natal maupun berlibur akhir tahun, dipicu oleh berbagai stimulus pemerintah yang bertujuan menekan biaya perjalanan.

Insentif tersebut antara lain diskon tarif tol 10-20 persen di ruas Jabodetabek, Trans Jawa, non-Jawa dan Trans Sumatra, serta potongan harga di seluruh moda transportasi darat, laut dan udara.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon 30 persen untuk kelas ekonomi, sementara PELNI menyediakan potongan sekitar 20 persen untuk tiket kapal laut.

PT ASDP Indonesia Ferry juga memberikan keringanan tarif jasa kepelabuhanan rata-rata sekitar 19 persen pada lintasan prioritas.

Di sektor penerbangan, pemerintah menanggung PPN (DTP) dan maskapai menerapkan penurunan tarif rata-rata 13-14 persen untuk tiket kelas ekonomi.

Sarman menilai, momentum libur Nataru akan mendorong produktivitas berbagai sektor usaha, mulai dari pusat perbelanjaan, grosir, jasa parcel Natal, toko kue, hingga sektor akomodasi seperti hotel, motel, vila dan apartemen.

Sektor restoran, kafe, pusat kuliner, pengrajin oleh-oleh khas daerah, produk UMKM, minimarket dan pedagang mikro di kawasan wisata juga diproyeksikan menikmati peningkatan transaksi.

Selain itu, industri makanan dan minuman untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru, termasuk produsen fashion, batik, kain khas daerah, kue, roti, makanan olahan, minuman ringan hingga minuman beralkohol, serta sektor logistik, transportasi, travel dan jasa penyewaan kendaraan diperkirakan turut terdongkrak.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas