Kadin Proyeksi Perputaran Uang Saat Libur Natal dan Tahun Baru Capai Rp 107,5 Triliun
Perhitungan itu didasarkan pada asumsi jumlah pemudik setara 29.875.000 juta keluarga dengan rata-rata empat orang per keluarga.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
"Untuk kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia (BI) dan pihak Perbankan agar memastikan ketersediaan dalam berbagai pecahan uang rupiah, baik melalui ATM maupun pengambilan langsung untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026," ungkap Sarman.
Perputaran uang diperkirakan tersebar di daerah dengan populasi perayaan Natal seperti Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Utara, hingga berbagai kabupaten lainnya.
Daerah tujuan wisata favorit seperti Bali, Yogyakarta, Malang, Bandung dan Bogor juga diproyeksikan menjadi pusat pergerakan ekonomi.
Sarman menyebut, pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, keamanan dan kenyamanan pemudik.
Ia juga mengimbau pengelola destinasi wisata, hotel, parkir dan pelaku kuliner dan UMKM tidak menaikkan harga secara berlebihan agar masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya.
"Semoga liburan Nataru ini mampu menggerakkan ekonomi di berbagai daerah dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 yang ditargetkan di kisaran 5,00-5,04 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 bisa bertahan di angka 5 persen atau lebih," ucap Sarman.
Baca tanpa iklan