Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Aspebindo: Rantai Pasok Energi Bukan Sekadar Komoditas Tapi Instrumen Kedaulatan Negara

penguatan rantai pasok energi tidak boleh lagi dipandang isu teknis logistik semata, melainkan sebagai fondasi utama kedaulatan negara

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Sanusi
zoom-in Aspebindo: Rantai Pasok Energi Bukan Sekadar Komoditas Tapi Instrumen Kedaulatan Negara
Tribunnews.com/HO
OUTLOOK ENERGY 2025 - Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, pada gelaran Indonesia Energy Outlook 2026 di The Westin Jakarta 

Ringkasan Berita:
  • Aspebindo mengadakan Indonesia Energy Outlook 2026 di The Westin Jakarta
  • Dalam gelaran itu menguat soal rantai pasok energi tidak boleh lagi dipandang sebagai isu teknis logistik semata, melainkan sebagai fondasi utama kedaulatan negara
  • Dimana cara pandang terhadap rantai pasok harus berubah total.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, membuka gelaran Indonesia Energy Outlook 2026 di The Westin Jakarta.

Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan para petinggi BUMN energi.

Kehadiran mereka menandakan dukungan kuat pemerintah terhadap transformasi rantai pasok energi yang lebih inklusif.

Baca juga: Bersama Presiden Prabowo, Menteri ESDM Pastikan Akses Energi Berangsur Pulih di Sumbar

Anggawira menekankan bahwa penguatan rantai pasok energi tidak boleh lagi dipandang sebagai isu teknis logistik semata, melainkan sebagai fondasi utama kedaulatan negara.

Di hadapan menteri koperasi dan ratusan pemangku kepentingan, Anggawira memaparkan peta jalan strategis Aspebindo.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menegaskan bahwa cara pandang terhadap rantai pasok harus berubah total.

"Energi adalah darah bagi perekonomian," ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Aspebindo melihat rantai pasok ini dalam tiga dimensi strategis yakni :

  • Pertama, sebagai penjamin ketahanan energi nasional yang memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan aksesibilitas bagi rakyat.
  • Kedua, sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, di mana efisiensi biaya energi akan menentukan apakah industri kita bisa bersaing di pasar global atau tidak.
  • Ketiga, sebagai instrumen kedaulatan untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam geopolitik.

Anggawira juga memberikan peringatan dini mengenai empat tantangan besar (Key Challenges) yang akan dihadapi Indonesia pada tahun 2026.

Baca juga: Energy Outlook 2026: Sinergi Migas dan Batubara Perkuat Rantai Pasok Energi Nasional

Berdasarkan kajian Aspebindo, tantangan tersebut datang dari faktor eksternal dan internal yang saling berkaitan.

"Tahun 2026 kita menghadapi tekanan berlapis. Secara global, terjadi fragmentasi rantai pasok akibat konflik geopolitik yang mengganggu rute perdagangan energi tradisional. Di dalam negeri, kita masih berkutat dengan kesenjangan infrastruktur atau infrastructure gaps. Konektivitas antarwilayah yang belum merata menyebabkan biaya logistik energi kita menjadi salah satu yang termahal di kawasan," ujarnya.

Selain masalah infrastruktur fisik, Anggawira menyoroti tekanan transisi energi yang berhadapan dengan realitas kebutuhan energi fosil, serta masalah ketidakpastian regulasi yang kerap menghambat investasi.

"Kita didesak untuk segera beralih ke investasi hijau, namun di saat yang sama dominasi energi fosil masih sangat kuat untuk menopang beban dasar (baseload). Tarik-menarik kepentingan ini seringkali diperparah oleh ketidakpastian regulasi. Inkonsistensi kebijakan adalah musuh utama investasi jangka panjang. Investor butuh aturan main yang tidak berubah-ubah di tengah jalan," tambah Anggawira.

Anggawira secara khusus mengapresiasi kehadiran Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas