Urus Logistik Nasional, Dirut Bulog: Kami Harus Bersinergi dengan TNI
Bulog memanfaatkan dukungan TNI AL dan TNI AU untuk distribusi laut dan udara, terutama ke wilayah sulit seperti Papua.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Ringkasan Berita:
- Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan sinergi dengan TNI penting untuk mengatasi tantangan distribusi logistik nasional di negara kepulauan.
- Bulog memanfaatkan dukungan TNI AL dan TNI AU untuk distribusi laut dan udara, terutama ke wilayah sulit seperti Papua.
- Bulog membutuhkan tambahan kapasitas gudang 500 ribu ton pada semester I 2026 dan berencana memanfaatkan fasilitas gudang milik TNI dan Polri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan Perum Bulog dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kian menguat. Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya sinergi dengan TNI dalam menjalankan tugas, khususnya terkait pengelolaan logistik nasional.
Rizal menilai kolaborasi dengan TNI diperlukan untuk mendukung upaya Bulog dalam memperbaiki manajemen logistik, mengingat tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.
Ia menjelaskan, gudang-gudang penyimpanan Bulog tersebar di berbagai pulau, sehingga distribusi logistik menjadi lebih kompleks.
Jika dibandingkan dengan China, India, atau Amerika Serikat, negara-negara tersebut bukan negara kepulauan, sehingga gudang-gudangnya cukup dapat diakses melalui jalur darat.
Baca juga: Mentan Amran Wanti-wanti Bulog yang Ingin Ubah Skema Pembayaran Gabah Petani Jadi Digital
"Bahkan gudang mereka pasti di depannya ada rel kereta api, beda dengan gudang-gudang Bulog di Indonesia berada di pulau-pulau dan jauh, dibatasi lautan," kata Rizal saat mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (5/1/2026).
Maka dari itu, Rizal menekankan pentingnya sinergi dengan TNI agar Bulog dapat memanfaatkan armada militer ketika menghadapi keterbatasan sarana angkut logistik.
Ia mencontohkan, jika distribusi membutuhkan jalur laut, Bulog dapat berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut. Sementara untuk pengangkutan melalui udara, Bulog bisa menggandeng TNI Angkatan Udara.
Menurut Rizal, kerja sama tersebut menjadi semakin krusial ketika distribusi logistik harus menjangkau wilayah Indonesia Timur seperti Papua yang memiliki tantangan geografis lebih berat.
"Oleh karena itu, kami harus bersinergi dengan teman-teman TNI," ujar Rizal yang juga seorang Purnawirawan TNI.
Kolaborasi dengan TNI tidak berhenti di sini. Bulog juga menggandeng TNI dan Polri untuk memanfaatkan fasilitas gudang milik dua institusi tersebut.
Khusus pada semester I 2026, Bulog membutuhkan gudang dengan total kapasitas 2 juta ton untuk menampung beras hasil serapan pada panen raya awal tahun ini.
Namun, hingga saat ini, kapasitas gudang yang dimiliki Bulog baru mencapai sekitar 1,5 juta ton.
"Sampai dengan hari ini mencapai 1,5 juta ton, tinggal menunggu 0,5 juta ton lagi. Kami sedang buru gudang-gudang tersebut," kata Rizal.
Apabila upaya pencarian gudang tambahan tidak membuahkan hasil, Bulog pun berencana menggandeng TNI dan Polri.
Baca tanpa iklan