Penjualan Mobil Stagnan, Target 2 Juta Unit pada 2030 Dinilai Sulit Tercapai
Tanpa intervensi kebijakan, proyeksi penjualan mobil pada 2030 dinilai akan jauh di bawah target.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Sanusi
Sebagai contoh, Toyota Innova disebut memiliki depresiasi yang rendah, dengan resale value masih sekitar 73 persem dari harga On The Road (OTR). Kondisi tersebut sejalan dengan tren penjualan Innova yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Meski demikian, secara makro, LPEM UI menilai target pemerintah tetap sulit dicapai. Tanpa intervensi kebijakan, proyeksi penjualan mobil pada 2030 dinilai akan jauh di bawah target.
Bahkan dengan asumsi adanya pergeseran konsumen dari mobil bekas ke mobil baru, penjualan diperkirakan hanya mencapai sekitar 1,6 juta unit.
"Dengan adanya shifting dari mobil bekas ke mobil baru, itu tetap belum bisa mencapai target pemerintah yang 2 juta unit penjualan," terang Syahda.
Ia menambahkan, jika melihat data historis, sejak 2021 hingga 2025 target penjualan mobil baru yang ditetapkan pemerintah juga tidak pernah tercapai.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa target 2 juta unit pada 2030 berpotensi kurang realistis tanpa perubahan fundamental pada sisi harga, daya beli dan struktur pasar otomotif nasional.
"Kalau misalnya kita lihat kembali ke data sejarah, lihat di 2021 sampai 2025 memang target pemerintah itu sebenarnya tidak pernah tercapai dari penjualan mobil baru, sehingga itu yang menyebabkan mungkin memang kurang realistis di sini ya untuk mencapai hal tersebut (2 juta unit di 2030)," imbuhnya.
Baca tanpa iklan