Prabowo Ungkit ‘Permainan Tak Sehat’ di Pertamina: Impor dari Luar Dimanipulasi Harga
Prabowo Subianto menyinggung praktik tidak sehat dalam tata kelola Pertamina dan sektor energi dalam beberapa tahun terakhir.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto menyinggung praktik tidak sehat dalam tata kelola Pertamina dan sektor energi dalam beberapa tahun terakhir.
- Prabowo secara terbuka menyebut adanya manajemen yang keliru hingga permainan tertentu yang merugikan rakyat.
- Prabowo bertekad melakukan pembenahan besar-besaran di sektor energi, termasuk membersihkan Pertamina dari praktik tersebut
TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung praktik tidak sehat dalam tata kelola Pertamina dan sektor energi dalam beberapa tahun terakhir.
Hal disampaikan Prabowo saat meresmikan kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Prabowo secara terbuka menyebut adanya manajemen yang keliru hingga permainan tertentu yang merugikan rakyat.
“Dan kita harus mengakui bahwa beberapa tahun belakangan, rakyat pun merasa bahwa terjadi management, terjadi permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di pengaturan ESDM kita,” kata Prabowo.
Ia menyinggung adanya kelompok yang pintar namun bertindak serakah dan hanya mengejar keuntungan pribadi.
“Dengan impor dari luar dia manipulasi harga dan dia kutip sehingga ada pihak, segelintir orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat,” ujarnya.
Sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo bertekad melakukan pembenahan besar-besaran di sektor energi, termasuk membersihkan Pertamina dari praktik tersebut.
Salah satu langkah yang ia ungkapkan adalah penunjukan Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama Pertamina.
Ia menilai posisi itu sangat strategis karena memimpin perusahaan senilai hampir US$100 miliar, sehingga godaannya pasti besar.
Prabowo menegaskan agar jajaran direksi tidak ragu mengambil tindakan tegas.
“Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya, siapa yang anda nilai tidak bagus, pecat jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega, enggak ada itu, banyak anak muda yang hebat-hebat, cari,” tandasnya.
Mengenai RDMP Balikpapan
- RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026 hari ini.
- RDMP Balikpapan adalah megaproyek pengembangan kilang minyak Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.
- Proyek senilai Rp123 triliun ini meningkatkan kapasitas kilang Pertamina Balikpapan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, dengan potensi penghematan devisa hingga Rp60 triliun per tahun.
- RDMP diharapkan bisa meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional, mengurangi impor, dan mewujudkan swasembada energi .
Pejabat yang Dampingi Prabowo
Prabowo hadir di Balikpapan untuk meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, yang digadang menjadi kilang modern terbesar di Indonesia.
Acara tersebut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih di antaranya Menko Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani dan Dirut Pertamina Simon Aloysius.
Kemudian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua BPK Isma Yatun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Seskab Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Lalu, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini dan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya.