Update Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Sumsel, 14 Korban Tewas Teridentifikasi
Belasan korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatra kini berhasil teridentifikasi oleh petugas dan tim medis.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Belasan korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatra kini berhasil teridentifikasi oleh petugas dan tim medis.
- Dari 16 kantong jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, rupanya ada 17 potongan tubuh.
- Dari total tersebut, 14 di antaranya berhasil diidentifikasi.
TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) pada Rabu (6/5/2026) siang, masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kecelakaan bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dan truk tangki BBM yang terjadi di wilayah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya ini, menambah daftar laka lantas yang terjadi pada awal bulan Mei 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, sebanyak 968 laka lantas terjadi di Indonesia sejak tanggal 1-6 Mei 2026. Ditambah insiden tabrakan Bus ALS dan truk tangki yang mengakibatkan belasan orang meninggal.
Kabar terbaru, belasan korban yang sebelumnya belum dikenali kini berhasil teridentifikasi oleh petugas dan tim medis.
Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Pol. Rony Samtana, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan terhadap 16 kantong jenazah.
Saat itu, belasan kantong jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Muhammad Hasan Palembang.
Dari 16 kantong jenazah, rupanya terhadap 17 potongan tubuh yang dilakukan identifikasi.
"Dari 16 kantong jenazah tersebut, ternyata setelah dilakukan pencocokan data post mortem dan ante-mortem serta rekonsiliasi terhadap 16 kantong jenazah ternyata berisi 17 body part atau potongan tubuh jenazah,” kata Rony Samtana saat konferensi pers, Jumat (15/5/2026).
Rony menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium DNA oleh Pusdokkes Polri, tercatat 14 jenazah korban kecelakaan berhasil teridentifikasi. Sementara itu, tiga lainnya masih terus didalami.
Baca juga: Belajar dari Laka Maut Bus ALS, Indonesia Dinilai Perlu Tiru Jepang soal Keselamatan Jalan
"Dari pemeriksaan post mortem dan ante-mortem serta pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh laboratorium DNA Pusdokes Mobesponi, dapat kami nyatakan bahwa jenazah yang sudah teridentifikasi sebanyak 14 jenazah, di mana sisa tiga ini sampai sekarang masih kita coba untuk tetap diidentifikasi," jelas Wakapolda Sumsel.
Lebih lanjut, Rony menjelaskan, tiga korban yang sempat selamat setelah kecelakaan, satu orang asal Tegal, Jawa Tengah ternyata meninggal dunia.
Kemudian, satu korban laki-laki berusia 44 tahun. Ia sempat dievakuasi dengan jalur udara pada tanggal 8 Mei 2026, dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Saat ini, kondisi yang bersangkutan mengalami perbaikan dan telah dilakukan operasi yang kedua pada tanggal 11 Mei 2026.
Operasi tersebut, berupa operasi pengangkatan jaringan Nakrotik dan saat ini yang bersangkutan telah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap sakit.
Selain itu, satu perempuan yang selamat saat kejadian, bernama Jumiatun. Perempuan 43 tahun itu, sempat dievakuasi via darat ke Palembang ke rumah sakit Bhayangkara.