Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Indonesia Diganggu Singapura, Tak Senang Jika Ekonomi RI Makin Maju

Semakin aktifnya Indonesia dalam perjanjian perdagangan bebas dan blok dagang dengan berbagai negara, maka Singapura tidak suka melihatnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Indonesia Diganggu Singapura, Tak Senang Jika Ekonomi RI Makin Maju
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PERTUMBUHAN EKONOMI - Suasana Kota DKI Jakarta dengan latar belakang gedung bertingkat di Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia kembali surplus pada November 2025 sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat (AS). 

Ringkasan Berita:
  • Semakin aktifnya Indonesia dalam perjanjian perdagangan bebas dan blok dagang dengan berbagai negara, maka Singapura tidak suka melihatnya.
  • langkah pembukaan akses pasar Indonesia ke sejumlah negara akan terus dilakukan, sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto.
  • Pada 2025, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pembukaan pasar terbesar di dunia.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah Indonesia dalam menggenjot ekonominya, terkait peningkatan ekspor ke sejumlah negara, mendapat gangguan dari Singapura.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).

Menurutnya, semakin aktifnya Indonesia dalam perjanjian perdagangan bebas dan blok dagang dengan berbagai negara, maka Singapura tidak suka melihatnya.

"Singapura tidak suka-suka banget kalau Indonesia masuk di dalam seluruh free trade. Jadi, ada juga upaya-upaya untuk mengganggu Indonesia," ucap Airlangga.

Baca juga: Tindaklanjuti Kunjungan Prabowo, Wamendag Roro Temui Ibu Negara Pakistan, Bahas Perjanjian Dagang

Namun, Airlangga tidak menjelaskan secara detail bentuk gangguan yang dilakukan Singapura.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia lalu menegaskan, langkah pembukaan akses pasar Indonesia ke sejumlah negara akan terus dilakukan, sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto.

Merujuk sebuah studi dari perusahaan Swiss, Airlangga menyebut bahwa pada 2025 Indonesia menjadi salah satu negara dengan pembukaan pasar terbesar di dunia.

Airlangga mencontohkan capaian perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) bersama Uni Eropa dan Kanada yang berhasil dirampungkan Indonesia.

Selain CEPA, Indonesia juga menandatangani perjanjan perdagangan bersama Uni Ekonomi Eurasia berbentuk Free Trade Agreement (FTA).

"Kita juga akan melakukan MOU untuk persiapan CEPA dengan Inggris," kata Airlangga.

Selain perjanjian dagang, Indonesia juga telah bergabung dalam blok perdagangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

RCEP berisikan 10 anggota ASEAN dan lima mitra, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Berikutnya, Indonesia kini berada dalam lingkaran Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan sedang menjalani proses technical review.

Thailand disebut menyusul langkah Indonesia dalam upaya bergabung.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas