Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Melemah ke Rp 16.896 Pada Kamis 15 Januari 2026, Ini Penyebabnya

Pada perdagangan Kamis (15/1/2026) sore ini, rupiah ditutup melemah 31 poin ke Rp 16.896 per dolar Amerika Serikat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rupiah Melemah ke Rp 16.896 Pada Kamis 15 Januari 2026, Ini Penyebabnya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pada perdagangan Kamis (15/1/2026) sore ini, rupiah ditutup melemah 31 poin ke Rp 16.896 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di Rp 16.865. 

Ringkasan Berita:
  • Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkap pelemahan pada Kamis ini karena indeks dolar AS yang menguat
  • Keputusan Donald Trump disebut Ibrahim meredakan kecemasan investor atas independensi kebijakan moneter AS

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada perdagangan Kamis (15/1/2026) sore ini, rupiah ditutup melemah 31 poin ke Rp 16.896 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di Rp 16.865.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengungkap pelemahan pada Kamis ini karena indeks dolar AS yang menguat.

Pengamat ekonomi, mata uang, & komoditas itu mengatakan faktor dari luar negeri yang membuat dolar AS menguat adalah ketegangan antara AS dan Iran yang mereda.

Baca juga: Kadin Harap Kebijakan DHE Perkuat Cadangan Devisa di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Faktor berikutnya adalah antara AS dan Venezuela yang telah menjalin pembicaraan positif.

"Presiden AS mengatakan ia berbicara pada hari Kamis sebelumnya dengan pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, dan menggambarkan panggilan tersebut sebagai sangat positif," kata Ibrahim dalam keterangannya pada Kamis ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Selanjutnya, faktor yang berperan dalam pelemahan rupiah pada Kamis ini adalah Presiden AS Donald Trump yang tidak berencana memecat Ketua Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell meskipun ada penyelidikan yang sedang berlangsung.

Keputusan Donald Trump disebut Ibrahim meredakan kecemasan investor atas independensi kebijakan moneter AS.

Sementara itu Laporan Indeks Harga Produsen (PPI) di AS untuk bulan Oktober menunjukkan bahwa harga produsen jauh dari target 2 persen The Fed.

Baca juga: Rupiah Makin Tersungkur, Sore Ini Jadi Terlemah Sepanjang Masa Mendekati Rp17.000

Namun, para pedagang disebut tetap yakin bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada 2026.

Data lebih lanjut mengungkapkan bahwa Penjualan Ritel melebihi perkiraan.

Data tersebut menjadi sebuah indikasi bahwa rumah tangga Amerika meningkatkan pengeluaran sebagian besar untuk kendaraan bermotor dan lainnya.

Adapun fokus pasar pada Kamis ini adalah klaim pengangguran awal untuk minggu yang berakhir pada 10 Januari.

Faktor Dalam Negeri

Sementara itu, faktor dari dalam negeri yang menyebabkan pelemahan rupiah di antaranya konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dari kelas menengah.

Namun, saat ini kelas menengah justru berada dalam kondisi tertekan dan berisiko turun menjadi kelompok rentan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas