IWIP Motor Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara, Pendapatan Warga Naik
Beroperasinya PT IWIP membawa dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar di Kabupaten Halmahera Tengah.
Penulis:
Lita Febriani
Editor:
Choirul Arifin
"Waktu saya datang tahun 2018, desa-desa di sekitar sini masih jauh dari kata memadai. Rumah masih pakai batang sagu, rumah yang tembok hanya satu," terang Lina.
Warga mulai mengembangkan usaha kos-kosan untuk karyawan. Rata-rata masyarakat memiliki sedikitnya 20 kamar kos dengan tarif sekitar Rp 1,5 juta per bulan.
"Rata-rata mereka (warga) paling sedikit punya kos-kosan 20 kamar. Harga kos-kosan itu sebulannya Rp 1,5 juta paling murah. Jadi untuk masyarakat sekitar minimal pendapatannya Rp 30 juta per bulan," ucap Lina.
IWIP juga bekerja sama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk melayani mobilitas karyawan, khususnya yang bepergian melalui Ternate.
Komposisi tenaga kerja IWIP didominasi putra daerah, dengan sekitar 77 persen berasal dari Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, 36 persen merupakan masyarakat kawasan tambang dan 39 persen lainnya dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara.
"Gaji karyawan ditransfer ke Ternate, Bacan dan daerah lain. Jadi dampaknya menyebar ke kabupaten-kabupaten di Maluku Utara, meskipun tidak semuanya berada di sekitar kawasan," ujar Lina.
Baca tanpa iklan