Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Terperosok ke Level Kritis, Ekonom Nyalakan Alarm: Sudah Perlu Diwaspadai

Ekonom menilai tekanan rupiah saat ini lebih dipicu faktor domestik, terutama kekhawatiran fiskal dan premi risiko.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rupiah Terperosok ke Level Kritis, Ekonom Nyalakan Alarm: Sudah Perlu Diwaspadai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
NILAI TUKAR - Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta. Pada awal perdagangan Selasa (20/1/2027), sekitar pukul 09.03 WIB, rupiah spot di level Rp 16.988 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,19 persen sehari sebelumnya Rp 16.955 per dolar AS. 

"Sehingga rupiah terlihat melemah lebih karena faktor khusus domestik," ujar Josua.

Di kawasan Asia, rupiah disebut semakin dekat ke titik terendah historisnya dan dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal. Saat persepsi risiko fiskal meningkat, permintaan dolar untuk lindung nilai ikut naik dan investor meminta kompensasi lebih besar untuk memegang aset rupiah.

Hal tersebut tercermin dari kenaikan imbal hasil surat utang negara Indonesia pada hari yang sama, yang menandakan meningkatnya premi risiko.

"Situasi seperti ini membuat rupiah lebih mudah tertekan setiap kali ada guncangan eksternal, karena sentimen global hanya menjadi pemantik, sementara bahan bakarnya adalah premi risiko domestik," tegas dia.

 

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas