Jadi Peserta Pertama, Solikin Bilang Fit Proper Test Hari Ini Kondusif
Solikin merupakan satu dari tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang mendapat kesempatan pertama menjalani uji kelayakan di DPR.
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Choirul Arifin
Ringkasan Berita:
- Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M Juhro menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR siang ini.
- Solikin merupakan satu dari tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia yang mendapat kesempatan pertama menjalani uji kelayakan di DPR.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M Juhro menyatakan senang, proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berjalan kondusif.
Solikin menjadi peserta pertama uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI bersama Komisi XI DPR RI pada Jumat (23/1/2026).
Dua calon lainnya yakni Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan, Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI akan menjalani proses serupa pada Senin (26/1/2026) mendatang.
"Alhamdulillah, saya dipercaya atau mendapatkan kesempatan untuk bisa fit and proper dan tadi kondisi sangat bagus, sangat kondusif," kata Solikin usai menjalani uji kelayakan di DPR RI, Jumat.
Solikin juga menyoroti pertanyaan dari para anggota dewan Komisi XI DPR RI sangat fokus terhadap upaya mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia, berdaya tahan dan inklusif.
"Tadi juga sekitar 30 lebih ya, 30 lebih dari anggota Dewan hadir semua memiliki concern yang sama dan pertanyaan-pertanyaan juga diarahkan tadi bagaimana semua sama concern nya, strategi-strategi untuk mendorong pertumbuhan, strategi- strategi untuk menjaga ekonomi tetap berdaya tahan dan mengembangkan inklusifitas di dalam perekonomian," tutur dia.
Baca juga: Solikin M. Juhro Baca Pantun Isyana Sarasvati Saat Jalani Uji Kelayakan di DPR
Solikin mengaku telah menyampaikan pandangannya terkait kondisi ekonomi Indonesia yang menurut dia masih memiliki ruang untuk terus didorong agar lebih bergairah, tanpa mengesampingkan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi.
"Saya merasa menyampaikan pandangan yang saya rasa juga align dengan fakta bahwasannya memang perekonomian kita bisa didorong untuk lebih geliat lagi dan juga dengan tetap menjaga stabilitas di dalam makroekonomi," tegas dia.
Adapun dalam paparannya, Solikin menyampaikan gagasan kebijakan dengan tema besar memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berdaya tahan, dan inklusif guna mewujudkan Indonesia Maju.
Baca juga: Komisi XI DPR Mulai Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro Tampil Pertama
Menurut Solikin, tema tersebut relevan dengan arah kebijakan pemerintah serta aspirasi masyarakat Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).
"Diperlukan penguatan stabilitas makroekonomi keuangan sebagai prasyarat fundamental sehingga proses transformasi ekonomi dapat berlangsung secara sehat dan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat," ujar Solikin.
Solikin juga menyinggung filosofi leluhur “Sangkan Paraning Dumadi” yang menekankan kesadaran akan asal dan tujuan, termasuk peran lembaga dan bangsa dalam mencapai kemaslahatan masyarakat secara luas.
"Jadi ini adalah kita tentunya memiliki purpose di dalam hidup kita dalam konteks kita beribadah kepada Yang Maha Kuasa dengan keseimbangan nilai, spirit, dan tindakan setelah tujuan akhir," kata dia.
Selain itu, ia mengutip pemikiran ekonom Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang menekankan pentingnya membangun perekonomian nasional yang kuat dengan bertumpu pada kekuatan sendiri serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Baca tanpa iklan