Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pasca Aksi Mogok Pedagang, Harga Daging Sapi Turun ke Rp130 Ribu Per Kg

Harga sapi hidup di feedlot pada 2025 sekitar Rp 47 ribu per kilogram setelah pekan lalumencapai Rp 55.500 per kilogram.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pasca Aksi Mogok Pedagang, Harga Daging Sapi Turun ke Rp130 Ribu Per Kg
/YULIANTO
HARGA DAGING = Warga berbelanja daging sapi di Pasar Ciledug, Tangerang. Harga sapi hidup di feedlot pada 2025 sekitar Rp 47 ribu per kilogram setelah pekan lalumencapai Rp 55.500 per kilogram. 
Ringkasan Berita:
  • Para pedagang daging kembali berjualan seperti biasa setelah sempat mogok berjualan karena mahalnya harga daging sapi yang mereka beli dari feedlot.
  • Pemerintah dan pengusaha menyepakati harga sapi hidup di tingkat feedlot sebesar Rp 55 ribu per kilogram.
  • Harga sapi hidup di feedlot pada 2025 sekitar Rp 47 ribu per kilogram setelah pekan lalumencapai Rp 55.500 per kilogram.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pedagang daging sudah kembali berjualan seperti biasa setelah sempat mogok berjualan karena mahalnya harga daging sapi yang mereka beli dari feedlot.

Pemerintah dan pelaku usaha menyepakati harga sapi hidup di tingkat feedlot sebesar Rp 55 ribu per kilogram.

"Pedagang alhamdulillah sudah 100 persen berdagang," kata Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging (JAPPDI) Asnawi kepada Tribunnews, dikutip Selasa (27/1/2026).

Ia menyebut harga daging sapi di tingkat pedagang eceran kini berada pada kisaran mulai Rp 130 ribu per kilogram.

Asnawi menekankan tingginya harga bukan disebabkan pedagang eceran, melainkan berasal dari pengusaha feedlot di hulu yang memiliki sapi.

"Pedagang aja paling lapaknya cuma lebar 1,5 kali 2, itu juga adu pantat dengan pedagang lainnya. Kalau untuk kenaikan bukan dari pedagang langsung, [tapi] dari pemilik sapi di hulu, feedlot," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menjelaskan harga sapi hidup di feedlot pada 2025 tercatat sekitar Rp 47 ribu per kilogram. Pekan lalu, saat aksi mogok bergulir, harga telah mencapai Rp 55.500 per kilogram.

Baca juga: Daftar Harga Bahan Pangan di Pulau Jawa 26 Januari 2026: Daging Sapi di Banten dan DIY Naik

Di sisi pengusaha feedlot, disebut terjadi kenaikan biaya operasional yang menambah beban untuk karantina sementara, penanganan, sewa kandang, hingga pakan, dengan rentang Rp 500–700 per kilogram.

Jika dijumlahkan, biaya tersebut membuat harga sapi hidup naik menjadi sekitar Rp 56.700 per kilogram. Ini masih berupa sapi hidup, belum daging sapi potong atau karkas.

Setelah dipotong, harga sapi hidup berubah menjadi karkas dengan nilai sekitar Rp 109 ribu per kilogram. Pada November 2025 nilainya masih berada di posisi Rp 93–94 ribu per kilogram.

Saat sampai ke pedagang daging di pasar, harga jual ke konsumen menyentuh kisaran Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu per kilogram, dengan potensi mencapai titik tertinggi Rp 150 ribu.

Harga Rp 55 ribu per kilogram untuk sapi hidup di tingkat feedlot hasil kesepakatan pemerintah dan pengusaha ini akan diberlakukan sampai perayaan Idul Fitri nanti. 

Aksi mogok jualan yang singkat pada pekan lalu telah menyita perhatian Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.

Amran bilang jika ada pengusaha yang memainkan harga daging sapi, pihaknya akan langsung mencabut izin usahanya. 

"Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut," kata Amran di Konferensi Pers usai Rapat Koordinasi Pengamanan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Kewenangan impor sapi bakalan berada langsung di bawah otoritasnya. Oleh karena itu, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan pedagang maupun masyarakat luas.

"Impornya sapi bakalan itu dari saya. Aku pastikan cabut dan tidak akan saya berikan. Itu tegas. Kami melayani mereka para pengusaha sapi bakalan 700.000 ekor," terangnya.

Amran juga mempertanyakan alasan di balik tingginya harga sapi bakalan, mengingat pemerintah tidak membebani pengusaha dengan pungutan dalam proses perizinan impor.

Ia menilai tidak ada justifikasi bagi pihak tertentu untuk menyulitkan banyak orang demi kepentingan bisnis semata.

"Kalau coba-coba, aku sudah berbuat baik dan aku tanya tadi apa ada pungutan di Kementerian Pertanian sampai Anda impor bakalan? Dijawab tidak ada, pak. Apa masalahnya yang membuat susah orang banyak?" tanyanya.

Dia memastikan pemerintah langsung melakukan pengecekan di lapangan mulai hari ini. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan tanpa kompromi.

"Kalau kutemukan, dan kami langsung suruh cek mulai hari ini, kalau aku temukan pasti 99 persen aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu. Itu tegas tadi saya sampaikan kepada mereka," ujarnya. 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas