Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

CIO Danantara Pandu Sjahrir Jengkel IHSG Ambruk: Kami Ingin Pasar Modal yang Lebih Sehat

Danantara menilai pasar saham tidak sehat akibat free float rendah dan dugaan manipulasi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in CIO Danantara Pandu Sjahrir Jengkel IHSG Ambruk: Kami Ingin Pasar Modal yang Lebih Sehat
Tribunnews/Endrapta
PASAR MODAL INDONESIA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. Danantara menilai pasar saham tidak sehat akibat free float rendah dan dugaan manipulasi. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG ambruk dua hari berturut-turut dipicu isu transparansi dan evaluasi MSCI.
  • Danantara menilai pasar saham tidak sehat akibat free float rendah dan dugaan manipulasi.
  • Ancaman turun ke frontier market berisiko memicu arus dana asing keluar besar-besaran.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengungkapkan kejengkelannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang dalam selama dua hari ke belakang.

Penurunan ini tak lepas dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan keputusan untuk terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks.

Pandu mengatakan bahwa isu ini sudah berjalan selama tiga hingga empat bulan terakhir.

Dia sendiri sudah bertemu direksi MSCI untuk membahas soal ini.

Baca juga: IHSG Anjlok Dua Hari, Kepercayaan Pasar Dinilai Kian Rapuh

"Saya sendiri sudah bertemu dengan direksi MSCI. Jadi masukan-masukannya menurut saya sangat clear," kata Pandu dalam acara Prasasti Economic Forum 2026 di Hotel The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

MSCI menyebutkan investor global tidak percaya pada data kepemilikan saham, baik punya Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ini lantaran terdapat masalah terkait struktur kepemilikan yang buram (opacity) dan dugaan manipulasi harga terkoordinasi (coordinated trading behavior).

Secara sederhana, market Indonesia dianggap terlalu banyak "gorengan" dan data free float-nya tidak mencerminkan realita.

Jika sampai Mei 2026 tidak ada perbaikan transparansi yang signifikan, MSCI pun mengancam akan mengurangi bobot (weighting) seluruh saham Indonesia dan menurunkan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

"At the end regulator harus bisa bertindak. Saya lagi baca list frontier market karena kan persiapannya ke frontier market sekarang," ujar Pandu.

"Ada negara seperti Bangladesh, Burkina Faso, Niger, Pakistan, Senegal, Tunisia. Mungkin ini cita-cita dari regulator, saya enggak tahu. Saya serahkan balik kepada regulator karena ini sudah fakta," jelasnya.

Dengan IHSG turun ke frontier market, Pandu memperkirakan aliran dana asing yang keluar bisa mencapai 25-50 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Bagi Danantara, fokus utama mereka adalah investasi, termasuk di pasar publik.

Pandu menyampaikan keinginan agar pasar modal menjadi lebih dalam serta memiliki kualitas yang lebih baik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas